Setyo menegaskan bahwa penegakan moral pegawai pemerintah merupakan tanggung jawab kolektif para kepala daerah. Ia meminta gubernur dan bupati/wali kota untuk memberikan perhatian serius terhadap integritas ASN.

KPK telah menemukan berbagai bukti hukum terkait celah tersembunyi yang digunakan pelaku korupsi. Setyo mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak akan berdampak tanpa kejujuran penggunanya.

Ia mengimbau aparatur negara waspada terhadap godaan uang ilegal saat bertugas. Ketajaman insting dinilai menjadi kunci utama dalam menghindari jeratan hukum penyuapan.

>>> Goldman Sachs Proyeksikan The Fed Naikkan Suku Bunga September

Menteri PANRB: Perkuat Budaya Integritas

Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan bahwa penanaman moral pegawai merupakan proses berkesinambungan. Peluncuran program ini menjadi upaya bersama memperkuat budaya integritas dalam pelayanan publik.

Rini merumuskan lima pilar strategis penguatan moral birokrasi, termasuk penyematan nilai antikorupsi dalam proses bisnis pemerintahan.

Modul e-learning dirancang untuk mengikis budaya dilayani dan menggantinya dengan budaya melayani yang bersih dari gratifikasi.

Setiap pegawai yang menyelesaikan program akan memperoleh sertifikat resmi dari LAN yang dapat dikonversi menjadi jam pelajaran.

Pemerintah juga menyiapkan sistem terpadu Smart ASN untuk mengantisipasi kendala keterbatasan sarana digital di daerah.

Kementerian PANRB berencana menerbitkan Surat Edaran Menteri untuk mewajibkan keikutsertaan seluruh instansi pusat dan daerah.

Partisipasi pegawai akan dipantau secara berkala melalui sistem INDATA dan diintegrasikan ke dalam skema 9 Kotak Manajemen Talenta nasional.

Rini mengimbau perubahan budaya kerja berwujud nyata dalam pelayanan prima bebas pungutan liar. "Tidak ada ruang bagi aparatur berkinerja tinggi, tetapi berintegritas rendah, untuk mengelola pemerintahan ini," ucapnya.

Daerah Percontohan dan Capaian

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana menambahkan bahwa program ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi bagi edukasi massal.