Badan Gizi Nasional (BGN) mengalihkan alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 76 sekolah di Pulau Jawa pada Kamis (18/6/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari strategi efisiensi anggaran negara melalui penataan ulang sasaran atau refocusing.

>>> Janus Henderson Group Tambah Kepemilikan Saham di NIKE 12,5%

Penghapusan puluhan sekolah tersebut berdampak pada pengalihan anggaran yang semula dialokasikan untuk 39.352 siswa.

Kebijakan ini menyasar sekolah-sekolah yang dinilai telah memiliki kemampuan finansial memadai berdasarkan kriteria ketat pemerintah.

Kriteria dan Efisiensi

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan bahwa sekolah yang dicoret dinilai mampu mencukupi kebutuhan pangan secara mandiri.

"Sekolah-sekolah yang kami sebutkan kami anggap berdasarkan kriteria yang kami susun, mereka secara mandiri mampu untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka, sehingga tidak membutuhkan intervensi dari pemerintah," ujar Agustina.

>>> BKN Latih 145 Ribu ASN Kuasai Kecerdasan Buatan di Jakarta

Dana efisiensi tersebut selanjutnya akan difokuskan bagi anak-anak yang lebih membutuhkan intervensi gizi.

Selain penataan ulang target sekolah, efisiensi besar-besaran juga diterapkan pada sektor operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sebanyak 27.820 SPPG yang saat ini beroperasi mengalami pemangkasan insentif selama 18 hari kerja.

>>> Venjii Hernando Perkuat Bisnis Kemitraan Lewat Sukses Jaya Group

"Kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG sebesar 3 triliun 4 miliar 560 juta rupiah," pungkas Agustina.