Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menempatkan penguatan kualitas SDM sebagai prioritas.

Abu Rokhmad juga menekankan pentingnya spesialisasi di kalangan penyuluh agama.

Mereka perlu mengembangkan bidang keahlian tertentu, seperti pemberdayaan ekonomi umat, pengelolaan zakat dan wakaf, penguatan ketahanan keluarga, pencegahan stunting, moderasi beragama, hingga penanganan konflik sosial-keagamaan.

"Kita tidak boleh hanya menjadi generalis. Penyuluh perlu memiliki keahlian khusus yang membuat keberadaannya semakin dibutuhkan masyarakat," tegas Abu Rokhmad.

Generasi muda saat ini tumbuh dalam lingkungan digital yang sangat berbeda.

Informasi keagamaan tidak lagi hanya diperoleh dari guru, ustaz, atau buku, tetapi juga dari media sosial dan platform digital.

Kondisi ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan.

Kehadiran penyuluh agama di ruang digital menjadi penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi keagamaan yang benar, moderat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sejarah Islam menunjukkan bahwa dakwah selalu berkembang mengikuti perubahan zaman.

Pemanfaatan platform digital oleh penyuluh agama bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai Islam di ruang yang saat ini banyak digunakan masyarakat.

>>> IHSG 18 Juni 2026 Melemah ke 6.172 Akibat Tekanan Sektor Infrastruktur

Dengan pendekatan bijak dan kreatif, media sosial dapat menjadi sarana dakwah yang efektif.