PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) resmi menjalin kemitraan strategis dengan platform distribusi reksadana digital PT Generasi Paham Investasi (Ayovest).

Langkah ini bertujuan memperluas kanal distribusi produk investasi, sebagaimana dilansir dari Keuangan pada Kamis (18/6/2026).

>>> Lebih dari Seabad Rel Lampung, KAI Perkuat Konektivitas Sumatra Bagian Selatan

Integrasi ini menggabungkan keahlian pengelolaan investasi profesional dari BRI-MI dengan infrastruktur digital milik Ayovest.

Melalui penguatan kanal digital, kedua perusahaan menargetkan pertumbuhan aset kelolaan (AUM) serta perluasan basis investor ritel berkelanjutan.

Sinergi untuk Ekosistem Investasi Inklusif

Kemitraan strategis ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk membangun ekosistem investasi yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Sinergi antara BRI-MI dan Ayovest bertujuan memberikan akses dan kemudahan berinvestasi bagi lebih banyak investor secara digital,” ujar Arief Budiman, Direktur Utama BRI Manajemen Investasi.

Ia menambahkan, ini adalah bagian dari strategi membangun ekosistem distribusi investasi yang lebih efektif dan inklusif di industri pasar modal.

Respons positif juga disampaikan pihak mitra.

>>> Menkum Inisiatif Bangun Sekolah Rakyat Tanpa APBN

Sonny Afriansyah, Direktur PT Generasi Paham Investasi (Ayovest), mengatakan kerja sama dengan BRI-MI merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem investasi digital yang inklusif.

“Melalui sinergi ini, kami berkomitmen memperluas akses layanan investasi sehingga masyarakat dapat berinvestasi dengan lebih mudah,” kata Sonny.

Sejumlah produk reksadana konvensional maupun syariah milik BRI-MI kini sudah tersedia di platform Ayovest, meliputi jenis pasar uang hingga pendapatan tetap.

Pilihan produk tersebut di antaranya BRI Seruni Pasar Uang II, BRI Seruni Pasar Uang Syariah, BRI Balanced Regular Income Fund Kelas A, BRI Syariah Berimbang, BRI Mawar, BRI Indeks Syariah, dan BRI Brawijaya Abadi Pendapatan Tetap.

Langkah bersama ini dinilai sejalan dengan agenda Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

>>> Pemerintah Finalisasi Anggaran Program Magang Nasional 2026

Kedua pihak optimistis kolaborasi mampu mendongkrak partisipasi masyarakat di pasar modal Indonesia sekaligus memperkuat industri reksadana yang sehat.