Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan bahwa pemerintah masih dalam tahap finalisasi anggaran untuk program Magang Nasional (MagangHub) tahun 2026.

“Kondisi saat ini, tentu fase terakhirnya itu adalah terkait dengan anggaran.

>>> Selisih Umur Asnawi Mangkualam dan Yuriska Patricia Berapa? Inilah Biodata Pemain Timnas yang Resmi Lamaran

Ini yang sekarang sedang difinalisasi, dan kita masih menunggu dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Sekretariat Negara (Setneg),” kata Yassierli dalam jumpa pers di Kantor Kemnaker RI, Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan bahwa uang saku bagi peserta Magang Nasional tahun ini tetap sepenuhnya ditanggung pemerintah, tidak berbagi beban (burden sharing) dengan perusahaan mitra seperti yang sempat diwacanakan.

“Ada wacana awalnya bahwa uang sakunya (peserta) itu sharing (dengan perusahaan mitra). Tapi akhirnya kami memutuskan sama seperti angkatan (Magang Nasional) pertama.

Jadi 100 persen ditanggung oleh pemerintah,” ujar Yassierli.

>>> BRI-MI dan Ayovest Resmi Jalin Kemitraan Strategis Perluas Akses Investasi Digital

Pemerintah juga telah mengonfirmasi jumlah peserta Magang Nasional angkatan kedua atau tahun 2026 sebanyak 150 ribu orang, yang merupakan lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi.

“Hasil rapat lintas kementerian, sebenarnya secara prinsipal itu kita sudah menyetujui bahwa, pertama, adalah peningkatan jumlah peserta, yang awalnya (pada tahun 2025) sebanyak 100 ribu, kemudian (tahun 2026) 150 ribu (peserta),” kata Menaker.

Tahap pertama pelaksanaan Magang Nasional 2026 direncanakan dimulai pada Juli mendatang dengan target awal sekitar 50 ribu peserta.

>>> Puskesmas Cipayung Luncurkan Sentra Emas untuk Atasi Osteoartritis Lansia

Program selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap hingga memenuhi target nasional yang telah ditetapkan.