SATRIA 1 juga menjangkau 528 lokasi pertahanan dan keamanan, 488 pusat kegiatan masyarakat, serta 437 tempat ibadah.

Sisa 399 titik lainnya melayani sektor pariwisata, pelayanan usaha, dan transportasi publik.

SATRIA 1 diluncurkan pada 2023 dan mulai beroperasi sejak 2024.

Satelit ini memiliki kapasitas transmisi 150 Gbps dengan teknologi very high-throughput satellite (VHTS) di frekuensi Ka-Band, menjadikannya satelit terbesar di Asia.

Proyek SATRIA 1 merupakan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan total investasi sekitar Rp6,42 triliun melalui skema build-operate-transfer (BOT).

Infrastruktur pendukung SATRIA 1 dilengkapi 11 gateway yang tersebar di Batam, Pontianak, Banjarmasin, Cikarang, Manado, Ambon, Kupang, Manokwari, Timika, Jayapura, dan Tarakan.

>>> Panselnas Hapus Penalti Rp100 Juta Seleksi SDM Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih

Gateway ini berfungsi sebagai penghubung utama antara satelit dan jaringan internet nasional.