Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Digital (BAKTI Kemkomdigi) memiliki beragam cara untuk memberikan konektivitas digital bagi masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) selain memanfaatkan Satelit Republik Indonesia 1 (SATRIA 1).

Infrastruktur digital yang aktif pada 2026 dan dikelola BAKTI meliputi Base Transceiver Station (BTS), akses internet (AI), dan jaringan tulang punggung Palapa Ring.

>>> Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Peringati HUT ke-499 Jakarta

Direktur Utama BAKTI Kemkomdigi Fadhillah Mathar mengatakan integrasi antara BTS, akses internet, dan Palapa Ring menjadi penopang utama ekosistem digital nasional selain kapasitas dari SATRIA 1.

BTS dan Akses Internet

Berdasarkan data hingga 5 Juni 2026, terdapat 6.747 lokasi BTS yang dikelola BAKTI untuk menghadirkan konektivitas di daerah 3T.

Sebanyak 5.514 BTS 4G yang dibangun BAKTI telah berstatus on air, sementara 1.233 BTS lainnya merupakan BTS dari Universal Service Obligation (USO) yang didanai oleh penyelenggara telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSMART.

Selain BTS, terdapat Akses Internet (AI) non-SATRIA 1 yang kini hadir di 61 lokasi.

Jika digabung dengan layanan SATRIA 1, total layanan konektivitas yang dikelola BAKTI mencapai lebih dari 31 ribu titik.

>>> Hari Pertama Beroperasi, KA Pandalungan 2 Capai Okupansi 97,5 Persen

Program Akses Internet secara total telah menjangkau 31.864 lokasi layanan publik seperti sekolah, puskesmas, dan kantor pemerintahan.

Jaringan Palapa Ring

Jaringan tulang punggung Palapa Ring menyediakan kabel serat optik dan microwave yang menghubungkan berbagai wilayah Indonesia melalui 131 lokasi.

Palapa Ring terdiri dari tiga paket utama: Paket Barat, Paket Tengah, dan Paket Timur.

Paket Barat memiliki kapasitas 216 Gbps dengan utilisasi 72 persen, Paket Tengah 290 Gbps dengan utilisasi 48,33 persen.

Paket Timur terdiri dari dua jaringan: serat optik dengan kapasitas 338 Gbps dan utilisasi 42,3 persen, serta jaringan Microwave dengan kapasitas 5,05 Gbps dan utilisasi 95,45 persen.

>>> Malaysia Apresiasi Kesiapan Rusia Kerja Sama Energi Jangka Panjang

Ke depannya, BAKTI berupaya tidak hanya menghadirkan konektivitas tetapi juga meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat di wilayah yang tidak dilayani telekomunikasi komersial.