Penyaluran kredit kendaraan bermotor (KKB) oleh perbankan nasional masih mengalami tekanan hingga April 2026.

Pelemahan daya beli masyarakat dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi faktor utama yang membayangi sektor ini.

>>> Musisi Luncurkan Kampanye Say No To Suno Tolak Musik AI

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), penyaluran KKB pada April 2026 terkontraksi 9% secara tahunan (YoY).

Angka ini lebih dalam dibandingkan Maret 2026 yang terkontraksi 8,9% dan Februari 2026 sebesar 8,1%.

Daya Beli dan Harga BBM Jadi Penghambat

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai penurunan daya beli menjadi penghambat utama permintaan kredit.

Konsumen cenderung menunda pembelian kendaraan baru akibat tekanan ekonomi rumah tangga.

>>> TVS Ramaikan Jakarta Fair 2026 dengan Area Pameran Lebih Luas

Lonjakan harga BBM non-subsidi turut memperbesar biaya operasional kepemilikan kendaraan. Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter membuat konsumen semakin berhitung sebelum membeli kendaraan baru.

Yusuf menjelaskan bahwa dampak kenaikan harga BBM paling dirasakan oleh segmen mobil baru dan konsumen kelas menengah. Kelompok ini merupakan pasar utama pembiayaan kendaraan perbankan.

Tekanan terhadap KKB juga dipicu oleh kenaikan harga kendaraan baru akibat pelemahan nilai tukar rupiah. Ekspektasi kenaikan suku bunga acuan BI berpotensi mengerek bunga kredit dan nilai cicilan.

Yusuf memproyeksikan pemulihan KKB dapat terjadi jika nilai tukar stabil, inflasi terkendali, dan keyakinan masyarakat terhadap pendapatan membaik.

>>> Gisella Anastasia Akui Gugup Jalani Debut Pemeran Utama Sinetron Tobat Jatuh Cinta

Perbankan diimbau untuk fokus menjaga kualitas portofolio kredit yang sudah berjalan.