Pasar saham Wall Street mengalami tekanan besar pada penutupan perdagangan bursa, dipicu sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 507,12 poin atau 0,98% ke level 51.492,55.

>>> India Blokir Telegram Sementara Akibat Skandal Kecurangan Ujian Medis

Indeks S&P 500 juga melemah 91,25 poin atau 1,21% menjadi 7.420,10, sementara Nasdaq Composite anjlok 354,69 poin atau 1,34% ke posisi 26.021,66.

Keputusan The Fed dan Proyeksi Kenaikan Suku Bunga

Sentimen negatif ini dipicu hasil rapat kebijakan The Fed yang berakhir Rabu, di mana suku bunga acuan tetap di kisaran 3,50%-3,75%.

Meski sesuai ekspektasi, proyeksi ekonomi terbaru memicu kekhawatiran baru. Sebanyak sembilan pejabat bank sentral memproyeksikan minimal satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir 2026.

Langkah pengetatan moneter ini dinilai perlu untuk meredam tekanan inflasi yang berkelanjutan.

The Fed juga menghapus kalimat yang mengindikasikan peluang penurunan suku bunga tahun ini, memperkuat posisi hawkish.

Pernyataan Ketua The Fed dan Respons Pasar

Ketua The Fed Kevin Warsh, yang baru pertama kali memimpin rapat, menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga. "Kami akan memastikan mandat stabilitas harga tetap tercapai," ujarnya dalam konferensi pers.

Warsh juga memaparkan rencana evaluasi total terhadap mekanisme perumusan kebijakan moneter di internal The Fed.

Ia meminta pelaku pasar lebih mencermati data ekonomi riil daripada menebak arah kebijakan.

Setelah rapat, probabilitas kenaikan suku bunga pada September melonjak.

>>> Analis: MRO Hercules di Kertajati Harus di Bawah Kendali Indonesia

Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun merosot tajam dari 40% menjadi 13%.