Dalam mengungkap struktur bawah tanah ini, tim peneliti memanfaatkan data dari 16.000 lebih sampel tanah yang berasal dari 300 makalah ilmiah terdahulu.

Studi-studi sebelumnya tersebut menghitung kepadatan lokal dari filamen jamur, atau hifa, di berbagai penjuru dunia.

Para peneliti kemudian memasukkan data ini ke dalam teknologi machine learning untuk memprediksi kepadatan jaringan hifa per kilometer persegi pada lapisan tanah atas.

Hasil pemodelan tersebut menunjukkan bahwa Bumi dilapisi oleh lebih dari 110 kuadriliun kilometer hifa.

Jarak total tersebut hampir setara dengan semiliar kali lipat jarak antara Bumi dan Matahari.

Dalam skala kosmik, ukuran jaringan ini setara dengan hampir 12.000 tahun cahaya atau berkisar sepersepuluh dari diameter galaksi kita.

>>> Portugal Ditahan Imbang RD Kongo 1-1 di Piala Dunia 2026

Temuan ini memberikan gambaran paling jelas mengenai bagaimana jaringan jamur menopang ekosistem darat, meskipun tingkat kesehatan dan ancaman terhadap jamur tersebut masih belum terpetakan dengan baik.