Spesies misterius yang dikenal sebagai "anjing hantu" di pedalaman hutan Bolivia dan Peru kini mulai teridentifikasi.

Satwa bernama ilmiah Atelocynus microtis atau anjing telinga pendek ini sebelumnya menjadi salah satu karnivora yang paling minim diketahui di dunia.

>>> Erick Thohir Paparkan Aturan Kuota Pemain Asing Liga Indonesia

Para ilmuwan akhirnya berhasil menghimpun data terkini mengenai satwa liar yang lihai bersembunyi tersebut setelah melakukan penelitian selama hampir 25 tahun.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neotropical Biology and Conservation ini memberikan informasi baru dan mengungkap fakta tidak terduga.

"Aspek paling mengejutkan dari hasil ini adalah bahwa meskipun spesies ini bagaikan hewan mitos, anjing telinga pendek ternyata jauh lebih banyak dari yang kami bayangkan," ungkap tim peneliti.

Meskipun demikian, para peneliti menegaskan bahwa mamalia ini masih belum dapat dikategorikan sebagai hewan yang biasa atau sering ditemui di alam liar.

Penelitian Menggunakan Kamera Jebak

Tim ahli menggelar 34 survei menggunakan kamera jebak di kawasan dataran rendah Bolivia dan Peru selama lebih dari dua dekade.

Dokumentasi tersebut menghasilkan 594 foto individu yang memperlihatkan karakteristik fisik satwa tersebut secara jelas.

Anjing misterius ini memiliki karakteristik berupa kepala berukuran besar, kuping bulat yang kecil, serta tungkai yang pendek.

Selain itu, tubuhnya dilengkapi ekor panjang yang lebat dengan warna bulu gelap berkisar antara cokelat kemerahan hingga abu-abu kehitaman.

Satwa berukuran kecil ini juga mempunyai keunikan berupa selaput sebagian pada telapak kakinya. Ciri fisik tersebut tidak dijumpai pada spesies keluarga anjing lainnya yang mendiami wilayah Amazon.

>>> BSI Lunasi Sukuk Mudharabah Rp 220 Miliar Tepat Waktu