Kapten Timnas Belanda Virgil van Dijk melontarkan kritik keras terhadap aturan jeda hidrasi baru yang diterapkan FIFA pada Piala Dunia 2026.

Ia menilai kebijakan tersebut mengganggu jalannya pertandingan.

>>> Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Bikin Konsumen Mobil Bekas Makin Selektif

Aturan itu mewajibkan penghentian pertandingan selama tiga menit setiap menit ke-22. FIFA menerapkannya karena suhu tinggi di beberapa kota tuan rumah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Van Dijk menyampaikan kritiknya setelah Belanda bermain imbang 2-2 melawan Jepang dalam laga Grup F di AT&T Stadium, Texas, pada Senin (15/6/2026) dini hari WIB.

Bek Liverpool itu merasa jeda komersial di tengah laga tidak baik bagi pemain maupun penonton.

"Saya merasa setiap kali pertandingan berhenti untuk jeda dan masuk ke iklan, itu bukan sesuatu yang saya sukai," ujarnya.

Menurut Van Dijk, kondisi cuaca yang benar-benar panas menjadi satu-satunya alasan logis untuk memberlakukan jeda pendinginan. Ia meminta FIFA melakukan evaluasi terpisah untuk setiap pertandingan.

>>> Harga iPhone 15 di iBox Turun Signifikan per Mei 2026

"Kalau cuacanya memang sangat panas, tentu jeda seperti itu bisa diterapkan. Tetapi, menurut saya setiap pertandingan harus dilihat secara terpisah," kata pemain berusia 34 tahun itu.

Kritik Van Dijk mendapat dukungan luas dari penggemar di media sosial. Banyak yang setuju bahwa interupsi otomatis merusak momentum tim yang sedang menekan lawan.

Seorang pengguna X menulis, "Akhirnya ada pemain yang membicarakan hal ini. Jeda hidrasi ketika cuaca tidak panas sama sekali tidak masuk akal."

Sebagian netizen mencurigai adanya kepentingan komersial di balik aturan tersebut. "Terima kasih kepada Virgil van Dijk karena berani mengatakan yang sebenarnya.

Jeda hidrasi ini bukan karena FIFA peduli kepada pemain. Ini murni urusan bisnis dan uang," tulis seorang penggemar.

>>> Jadwal Tayang dan Sinopsis Anime Tensura Season 4 Episode 78

Van Dijk mengakhiri kritiknya tanpa menjelaskan langkah komunikasi lanjutan dengan penyelenggara. "Saya rasa saya sudah cukup banyak bicara soal ini," imbuhnya.