Para ilmuwan berhasil memetakan seluruh jaringan jamur bawah tanah di Bumi dan menemukan fakta mencengangkan tentang luasnya ekosistem tersembunyi ini.

Jika dibentangkan menjadi satu garis lurus, panjang jaringan tersebut dapat melintasi sebagian besar galaksi Bima Sakti.

>>> Federal Reserve Tahan Suku Bunga, Sembilan Pejabat Proyeksikan Kenaikan Akhir Tahun

Penelitian terobosan yang dipublikasikan dalam jurnal Science ini berfokus pada mikroorganisme yang dikenal sebagai jamur mikoriza arbuskular.

Mikroorganisme ini bertindak sebagai tulang punggung tersembunyi bagi tanah planet kita dengan mengedarkan air dan nutrisi, serta mengatur iklim lewat penguncian cadangan karbon dalam jumlah masif.

Studi tersebut mendapati bahwa jaringan jamur global ini memiliki berat sekitar 300 megaton, setara empat hingga enam kali lebih besar daripada biomassa seluruh umat manusia.

Sekitar 40% dari massa jamur tersebut berada di kawasan padang rumput dataran tinggi atau lahan basah yang tergenang air, contohnya Taman Nasional Everglades di Florida.

Para penulis berharap penelitian ini dapat menyoroti peran penting tetapi sering kali diabaikan dari jaringan jamur dalam ekosistem Bumi, mengingat sekitar 70% dari seluruh kehidupan tanaman darat sangat bergantung padanya.

"Orang-orang sama sekali tidak memperhatikan ekosistem ini," ungkap penulis studi, Toby Kiers, ahli biologi evolusioner di Vrije University Amsterdam sekaligus direktur Society for the Protection of Underground Networks (SPUN).

"Saya berharap temuan ini dapat memicu diskusi untuk perlindungan mereka, karena padang rumput liar menghilang sangat cepat.

>>> Suku Bunga KPR AS Melonjak ke 6,62% Usai Sinyal Fed

Area-area ini adalah kawasan yang benar-benar sedang dirusak manusia, karena jauh lebih mudah membabat rumput daripada menebang pohon," tambah penulis lain Justin Stewart, yang juga ahli biologi di SPUN.