Saham-saham produsen chip global mengalami pemulihan di perdagangan pre-market setelah sebelumnya melemah.

Emiten seperti Broadcom, Micron Technology, Advanced Micro Devices (AMD), dan Intel mencatatkan kenaikan antara 2,3% hingga 3,7%.

>>> Bernadya Lawan Writer's Block Lewat Laut yang Tenang

Kondisi pasar saham Amerika Serikat (AS) dilaporkan bergerak fluktuatif.

Ketegangan pasar sempat mereda setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan perdamaian awal antara AS dan Iran yang memicu penurunan harga minyak global.

Fokus pada Kebijakan Federal Reserve

Perhatian para pelaku pasar kini tertuju pada pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve.

Keputusan suku bunga acuan dijadwalkan rilis pada Rabu pukul 14.00 waktu setempat.

Bank sentral AS diprediksi kuat akan mempertahankan suku bunga pada level 3,50% hingga 3,75%.

Langkah ini diambil di tengah upaya meredam tekanan inflasi yang dipicu konflik Timur Tengah.

Pelaku pasar juga menanti konferensi pers pertama dari ketua Federal Reserve yang baru.

Pengamatan akan difokuskan pada pandangan mengenai inflasi, angka pengangguran, serta prospek ekonomi ke depan.

Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun yang menjadi acuan biaya pinjaman global merangkak naik ke posisi 4,43%.

"Hal terakhir yang ingin dilakukan Warsh adalah menaikkan imbal hasil obligasi 10 tahun secara tajam.

Sangat penting bagi pasar agar imbal hasil obligasi 10 tahun tetap di bawah 4,5%, terutama sekarang karena harga minyak lebih rendah," kata Jeff Buchbinder, kepala strategi ekuitas di LPL Financial.

"Jadi jangan mengharapkan langkah cepat ke arah itu. Dan tentu saja, dia harus mendapatkan persetujuan dari komite.

Jadi itu akan menjadi proses yang sangat panjang dan berlarut-larut."

>>> Korlantas Polri Tegaskan SIM Mati Tidak Bisa Diperpanjang, Harus Bikin Baru