Di sisi lain, data ekonomi menunjukkan penjualan ritel AS pada bulan Mei tumbuh 0,9%, melampaui estimasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 0,5%.

Penjualan ini bangkit setelah pada bulan April mengalami revisi ke bawah sebesar 0,4%.

Berdasarkan data CME Group, mayoritas pedagang memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga di level saat ini.

Namun, muncul spekulasi dengan peluang 43% terjadinya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang.

Indeks Dow Jones berhasil menyentuh rekor tertinggi dalam dua sesi beruntun berkat ketahanan ekonomi AS.

Sentimen positif ini turut didorong oleh perluasan reli saham di luar sektor teknologi serta penurunan harga minyak.

Harga minyak mentah dunia bertahan di dekat level terendah dalam tiga bulan.

Hal ini didorong nota kesepahaman AS-Iran yang memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari untuk membuka peluang menuju perdamaian permanen.

Kendati demikian, ketidakpastian masih membayangi pasar karena kesepakatan tersebut belum bersifat final.

Donald Trump menyatakan opsi militer dapat kembali diambil jika poin-poin kesepakatan tidak sesuai harapan.

Sementara itu, saham SpaceX milik Elon Musk mencatatkan kenaikan sebesar 3,1% di perdagangan.

Perusahaan kedirgantaraan dan AI tersebut kini menyalip nilai pasar Amazon dan menempati posisi sebagai perusahaan paling berharga kelima.

Emiten dalam negeri PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mengumumkan rencana pembagian dividen sebesar Rp16,5 per saham dari perolehan laba bersih tahun buku 2025.

>>> Syifa Hadju Bantah Rumor Kehamilan Usai Video USG Viral

Nilai tersebut mencerminkan imbal hasil atau dividen yield sebesar 10,58%.