Ribuan suporter Bonek memadati kawasan Jalan Tambaksari dan halaman Gelora 10 November, Surabaya, pada Rabu (17/6/2026) malam.

Mereka menyambut Hari Ulang Tahun ke-99 Persebaya Surabaya.

>>> Arema FC Permanenkan Hansamu Yama dan Pulangkan Hamzah Titofani

Aksi massa yang memadati jalan sejak pukul 21.00 WIB ini dimeriahkan dengan penyalaan flare dan pengibaran bendera raksasa.

Aparat gabungan dari Sat Brimob Polda Jatim, Satlantas Polrestabes Surabaya, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan disiagakan penuh. Langkah ini untuk mengantisipasi gangguan keamanan di lokasi.

Pengamanan melengkapi penyekatan tujuh akses perbatasan kota yang juga dilakukan petugas pada malam yang sama.

Perayaan tahunan di kawasan Tambaksari ini diakui telah menjadi agenda wajib bagi sebagian kelompok suporter.

"Setiap tahun begini, Mas, perayaannya Bonek-bonek kumpul jadi satu, nyanyi bersama dan berkumpul bersama," kata Arifan, suporter asal Kenjeran.

Di sisi lain, manajemen Persebaya telah mengeluarkan imbauan tertulis melalui akun Instagram resmi @officialpersebaya. Mereka meminta suporter berdoa dari rumah atau kampung masing-masing.

Keputusan tersebut didasarkan pada evaluasi angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas yang tinggi pada perayaan tahun lalu.

Manajemen mengungkapkan bahwa wilayah Gelora 10 November mencatat puluhan insiden pada malam pergantian hari jadi sebelumnya, termasuk korban jiwa dari luar kota.

>>> Ruben Dias Dipastikan Absen di Laga Perdana Portugal vs Kongo

"Stadion Gelora 10 Nopember yang menjadi titik kumpul massa, tahun lalu ada 37 kejadian kriminalitas, mulai dari pengeroyokan, pemukulan, perampasan, dan lain-lain.

Sebelumnya juga ada Bonek yang meninggal saat berkendara dari Kediri menuju Surabaya untuk merayakan ulang tahun," tulis manajemen Persebaya.

Momentum hari jadi klub berjuluk Bajul Ijo ini juga mendapat perhatian dari pihak legislatif setempat.