“Kementerian Pertanian sudah identifikasi, nyari 100.000 lahan, 100.000 hektare lahan tuh sebetulnya harusnya sih bukan suatu hal yang sulit karena kita memang punya tempatnya,” tutur Mas Dar.

Tantangan Modal dan Bibit

Selain kecocokan geografis, tantangan besar muncul dari tingginya modal produksi dan keterbatasan bibit lokal.

Total biaya penanaman per hektare mencapai Rp 120 juta, dengan Rp 75 juta untuk pembelian bibit.

Pemerintah menyiapkan skema insentif berupa pinjaman bibit senilai Rp 75 juta per hektare.

Petani wajib mengembangkan komoditas tersebut dan mengembalikannya dalam bentuk bibit sebanyak 1,5 kali lipat setelah panen.

>>> Kombinasi Kardio dan Latihan Beban: Rahasia Umur Panjang

“Setelah panen panen itu jadi another bibit, jadi bibit yang lain dikembalikan satu setengah kali sisanya boleh dijual bebas,” ujar Mas Dar.