DJP Kumpulkan Rp23,5 Triliun dari Perluasan Basis Pajak hingga Mei 2026
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengantongi penerimaan sekitar puluhan triliun rupiah dari perluasan basis pajak hingga 31 Mei 2026.
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan rincian penerimaan tersebut dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR pada Senin (15/6/2026).
>>> Pendaftaran PMB Sekolah Swasta Gratis DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka
Dari perluasan basis pajak, DJP memperoleh Rp912,9 miliar dari wajib pajak baru, Rp1,96 triliun dari pengusaha kena pajak baru, dan Rp20,63 triliun dari wajib pajak yang sebelumnya dormant atau tidak efektif.
Total penerimaan dari ketiga sumber tersebut mencapai sekitar Rp23,5 triliun.
Hingga 12 Juni 2026, penambahan wajib pajak baru secara sukarela mencapai 1,84 juta WP. Selain itu, terdapat 24.672 WP yang kembali aktif setelah sebelumnya nonaktif.
Bimo menyebut total penambahan wajib pajak baru pada 2026, termasuk yang dormant dan nonaktif, mencapai 28.257 WP.
Di luar reaktivasi WP dormant, terdapat penambahan sekitar 50.000 basis pajak baru.
Intensifikasi Pajak dan Peran Coretax
Strategi intensifikasi penerimaan pajak memberikan kontribusi sebesar Rp56,3 triliun pada Mei 2026.
>>> IHSG 15 Juni 2026 Dibuka Melonjak 2,93 Persen ke Level 6.183
Kinerja ini mencakup pengawasan, pemeriksaan, penagihan, dan penegakan hukum.
Optimalisasi sistem inti administrasi perpajakan (Coretax) turut mendukung efisiensi penerbitan dokumen hak dan kewajiban wajib pajak.
Pelaporan melalui Coretax kini menggunakan sistem prepopulated, yang memudahkan identifikasi dan penggabungan data transaksi wajib pajak untuk meningkatkan pengawasan.
Perbaikan sistem senilai lebih dari Rp1 triliun ini berdampak positif pada pelaporan SPT.
Nilai SPT tahunan PPh OP karyawan kurang bayar melonjak Rp9,09 triliun atau tumbuh 80% year-on-year (yoy).
Sementara itu, nilai SPT PPh OP nonkaryawan kurang bayar tumbuh Rp3,1 triliun atau 970% (yoy), dan nilai kurang bayar SPT tahunan PPh Badan meningkat 54% (yoy).
>>> Promo Motor Listrik Honda di Jakarta Fair 2026: Diskon Jutaan Rupiah untuk CUV e: dan Icon e:
Realisasi penerimaan pajak hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp834,4 triliun, tumbuh 22,1% (yoy) dari Rp683,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Update Terbaru
Fare Desak FIFA Copot Wasit Shaun Evans dari Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 21:04 WIB
Bursa Saham AS Menguat Imbas Kesepakatan Awal Washington dan Teheran
Senin / 15-06-2026, 21:04 WIB
BGN Kaji Pengurangan 8 Juta Penerima Makan Gratis pada 2027
Senin / 15-06-2026, 21:03 WIB
Meta Kembangkan Model AI Baru untuk Dongkrak Komersialisasi
Senin / 15-06-2026, 21:01 WIB
Presiden FIFA Ungkap Aturan Baru Piala Dunia Berkat Ide Alessandro Del Piero
Senin / 15-06-2026, 21:01 WIB
Menteri ESDM Usul Anggaran Rp815 Miliar untuk Kompor Listrik 2027
Senin / 15-06-2026, 21:01 WIB
Warren Buffett Ungkap Perbedaan Harga dan Nilai Saham
Senin / 15-06-2026, 21:00 WIB
6 Tablet Rp5-6 Jutaan Terbaik di Tahun 2026, dari Android hingga iPad
Senin / 15-06-2026, 21:00 WIB
DJP Usulkan Pagu Indikatif 2027 Sebesar Rp5,4 Triliun, Fokus pada Pengawasan
Senin / 15-06-2026, 21:00 WIB
Meta Kucurkan Rp 248 Triliun Demi Kejar Ketertinggalan Teknologi AI
Senin / 15-06-2026, 21:00 WIB
Produk Kopi Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp593 Miliar di AS
Senin / 15-06-2026, 20:59 WIB
Transaksi Derivatif BEI Melonjak Tajam Sepanjang Tahun 2026
Senin / 15-06-2026, 20:59 WIB
Jerman Hajar Curacao 7-1, Pemain Kedua Tim Berdoa Bersama
Senin / 15-06-2026, 20:59 WIB
FTISLAND Bawa Tur 'FaTe' ke Singapura pada Juni 2026
Senin / 15-06-2026, 20:57 WIB






