Proses peralihan ini sering kali tidak berjalan mulus dan mengalami hambatan.

Beberapa faktor yang dinilai menjadi pemicu utama kondisi ini meliputi kecemasan akibat perpisahan dengan orang tua, serta peningkatan kesadaran terhadap lingkungan sekitar yang memicu stimulasi berlebih.

Faktor lainnya adalah transisi fase tidur yang belum merata serta adanya gangguan di area kamar.

Guna mengatasi kendala tersebut, orang tua disarankan untuk tetap konsisten menjalankan rutinitas yang ada meskipun hasilnya belum maksimal.

Konsistensi merupakan kunci utama yang sangat membantu anak melewati fase sulit ini.

Langkah berikutnya adalah mengevaluasi pemberian ASI atau susu formula di malam hari.

Sebagian besar anak usia 4-6 bulan sudah mencukupi kebutuhan kalori mereka pada siang hari sehingga mampu melewati malam tanpa perlu menyusu.

Rencana penghentian menyusu di malam hari ini dapat dicoba selama dua minggu setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

Pastikan asupan nutrisi siang hari sudah terpantau dengan baik agar anak tidak terbangun karena lapar.

Fase regresi tidur ini merupakan perubahan biologis yang permanen dan biasanya berlangsung selama 2 hingga 4 minggu seiring matangnya pola tidur anak.

>>> Pemerintah Sesuaikan Pagu Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Jadi Rp268 Triliun

Penanganan medis ke dokter hanya diperlukan apabila kondisi susah tidur tersebut dipicu oleh gejala sakit.