Berdasarkan panduan dari Kementerian Kesehatan RI, suhu di dalam ruangan harus dijaga agar tetap sejuk.

Pemilihan pakaian tidur juga perlu disesuaikan dengan suhu ruangan tersebut.

Sebagai contoh, anak dapat dipakaikan baju lengan panjang jika suhu ruangan berkisar antara 18-22 derajat Celsius, serta hindari mengarahkan kipas angin langsung ke tubuh anak.

Suasana yang bising harus diminimalisir karena anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu istirahatnya dalam fase tidur ringan yang mudah terusik.

Refleks kaget yang masih dimiliki bayi di bawah empat bulan juga membuat mereka rentan terbangun.

3. Mengenali Isyarat Kantuk

Pemberian stimulasi yang menenangkan seperti dekapan atau ayunan lembut dapat memicu rasa kantuk pada anak.

Orang tua harus jeli membaca tanda-tanda kelelahan seperti sikap rewel atau kebiasaan menggosok mata.

Isyarat tersebut menjadi penanda untuk segera memulai ritual tidur. Dengan demikian, orang tua bisa membaringkan anak di tempat tidur sewaktu kondisinya sudah mulai mengantuk.

4. Membimbing Anak Kembali Tidur

Apabila anak terbangun pada malam hari, bimbing mereka untuk kembali memejamkan mata secara lembut.

Orang tua dapat menunggu sejenak guna melihat apakah anak mampu menenangkan dirinya sendiri tanpa bantuan.

Jika anak perlu disusui di malam hari, lakukan proses tersebut secepat mungkin dalam kondisi ruangan yang tetap gelap dan senyap.

Hindari mengajak anak bermain atau memberikan stimulasi setelah menyusu, lalu segera baringkan kembali ke ranjangnya.

Pemicu dan Solusi Mengatasi Susah Tidur

Masalah susah tidur atau regresi pada usia empat bulan terjadi karena anak sedang melewati fase transisi besar dari pola tidur bayi baru lahir ke pola tidur usia yang lebih tua.