Dunia Usaha Minta Keseimbangan Program Prioritas dan Keberlanjutan Fiskal
>>> Umat Islam Dianjurkan Amalkan Doa Memohon Kelancaran Rezeki
Menurutnya, pemerintah saat ini harus membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, serta berbagai agenda strategis lainnya secara bersamaan.
Oleh karena itu, disiplin fiskal, optimalisasi penerimaan negara, peningkatan kualitas belanja, dan efisiensi anggaran menjadi faktor penting. Hal itu untuk menjaga kepercayaan investor maupun pelaku pasar.
Erwin juga menyoroti meningkatnya tekanan terhadap biaya hidup masyarakat. Penyebabnya adalah kenaikan harga energi dan pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada biaya produksi serta distribusi.
Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
"Daya beli harus terus dijaga.
Dunia usaha, khususnya sektor perdagangan, ritel, transportasi, logistik, manufaktur, dan UMKM tentu akan terdampak apabila terjadi perlambatan konsumsi secara berkepanjangan," ujarnya.
Menurut Erwin, pemerintah perlu menjalankan program prioritas secara terukur. Fokusnya pada efektivitas pelaksanaan dan dampak ekonomi yang dihasilkan.
Selain itu, pemerintah juga didorong memperkuat komunikasi kebijakan, menjaga stabilitas harga energi dan pangan, mempercepat deregulasi, meningkatkan kemudahan berusaha, serta memastikan setiap belanja negara menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata.
"Dengan langkah tersebut, program unggulan pemerintah dapat tetap berjalan, masyarakat memperoleh manfaat, dan kepercayaan dunia usaha tetap terjaga," katanya.
Erwin menegaskan bahwa agenda pemerataan sosial dan pertumbuhan ekonomi seharusnya saling mendukung. Keduanya tidak boleh diposisikan sebagai dua tujuan yang bertentangan.
"Pada akhirnya, yang dibutuhkan saat ini adalah keseimbangan antara agenda pemerataan sosial dan agenda pertumbuhan ekonomi.
>>> Sam Altman Bantah AI Picu PHK Massal, Justru Buka Banyak Lowongan
Keduanya tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus saling memperkuat demi menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," kata Erwin.
Update Terbaru
BTN Jakarta International Marathon 2026 Diperkirakan Hasilkan Dampak Ekonomi Rp472,5 Miliar
Jumat / 12-06-2026, 20:09 WIB
UI Soroti Ketimpangan Akses Digital dan Pentingnya Inklusi Sistem
Jumat / 12-06-2026, 20:09 WIB
Dadali Rilis Single Baru 'Disaat Kau Berubah', Cerita tentang Cinta yang Memudar
Jumat / 12-06-2026, 20:09 WIB
Alisson Becker Puji Dampak Positif Carlo Ancelotti di Timnas Brasil
Jumat / 12-06-2026, 20:08 WIB
RSPO Dorong Sertifikasi Keberlanjutan Petani Sawit Swadaya Indonesia
Jumat / 12-06-2026, 20:08 WIB
Perkembangan AI Dorong Transformasi Digital dan Tantangan Keamanan Siber
Jumat / 12-06-2026, 20:05 WIB
5 Detail Gaya Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner
Jumat / 12-06-2026, 20:04 WIB
Review Film: Backrooms (2026) – Horor Psikologis yang Membingungkan
Jumat / 12-06-2026, 20:03 WIB
MIND ID Pamerkan Inovasi Pengelolaan Limbah di Invirotech 2026
Jumat / 12-06-2026, 20:02 WIB
Tecno Pova 8 5G Resmi di India, Baterai 8.000 mAh dan Layar 144Hz
Jumat / 12-06-2026, 20:02 WIB
Sparta Rotterdam Nego Ragnar Oratmangoen Usai Dilepas FCV Dender
Jumat / 12-06-2026, 20:01 WIB
BMW Pamerkan Konsep M3 Listrik di Le Mans, Berdiri Bersanding dengan E30
Jumat / 12-06-2026, 20:01 WIB
60 Nama Bayi Perempuan Modern 2 Kata Bermakna Cerdas dan Indah
Jumat / 12-06-2026, 20:00 WIB
Bridgestone Indonesia Bagikan Panduan Keselamatan Road Trip Libur Sekolah
Jumat / 12-06-2026, 19:57 WIB






