Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global Jadi 2,5% Akibat Perang Iran
Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,5 persen tahun ini. Penurunan ini dipicu oleh eskalasi perang di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok energi.
Laporan Prospek Ekonomi Global yang dirilis Kamis lalu memperkirakan pertumbuhan global melambat dari estimasi sebelumnya sebesar 2,7 persen.
>>> Timnas Indonesia U19 Tahan Australia Tanpa Gol di Babak Pertama Semifinal Piala AFF
Lembaga keuangan tersebut menurunkan perkiraan bagi dua pertiga negara di dunia.
Perang tersebut juga diperkirakan memicu lonjakan inflasi dunia menjadi 4 persen pada 2026.
Angka ini naik dari 3,3 persen pada tahun lalu akibat disrupsi aliran minyak di Selat Hormuz.
Selain energi, harga rata-rata pupuk diproyeksikan melonjak hingga 38 persen tahun ini. Hal ini disebabkan oleh hambatan pasokan dan kelangkaan bahan baku dari wilayah Teluk.
Dampak pada Negara Berkembang
Bank Dunia menyebut situasi ini berisiko menciptakan dekade yang hilang bagi negara berkembang. Negara-negara di luar India dan China kesulitan memperkecil celah kesenjangan ekonomi dengan negara maju.
Sebagai langkah penanganan, Bank Dunia menyediakan dana bantuan hingga 100 miliar dolar AS. Dana tersebut akan disalurkan selama 15 bulan ke depan untuk negara-negara yang paling terdampak.
Presiden Bank Dunia, Ajay Banga, menyoroti berbagai tantangan berat yang dihadapi negara berkembang. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas tanpa mengorbankan prospek lapangan kerja jangka panjang.
"Developing countries have faced a series of challenges over the last decade," kata Ajay Banga.
>>> Metode Pengasuhan 5:1 Bantu Orangtua Perkuat Ikatan dengan Anak
Ia menambahkan bahwa ujian dasarnya sama: melindungi rakyat dan menjaga stabilitas hari ini tanpa menyerah pada pertumbuhan dan lapangan kerja esok.
Update Terbaru
FIFA Tanggapi Pencabutan Tiket Resmi Suporter Iran di Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 22:38 WIB
KLY Sports Kirim Jurnalis Liput Langsung Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 22:37 WIB
11 Pemain Terbaik Serie A yang Akan Berlaga di Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 22:37 WIB
Gong Piala Dunia 2026 Resmi Ditabuh, Meksiko vs Afrika Selatan Jadi Pembuka
Kamis / 11-06-2026, 22:37 WIB
Fabio Capello Soroti Pengaruh Iklim di Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 22:37 WIB
FIFA Respons Pencabutan Tiket Piala Dunia 2026 bagi Suporter Iran
Kamis / 11-06-2026, 22:36 WIB
Timnas Indonesia U-19 Siap Patahkan Rekor Buruk Lawan Australia
Kamis / 11-06-2026, 22:36 WIB
KLY Sports Kirim Jurnalis ke AS untuk Liputan Langsung Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 22:33 WIB
Tuchel Hadapi Dilema Sayap Kiri Timnas Inggris
Kamis / 11-06-2026, 22:33 WIB
Hyundai Buka Studio Interaktif di Jakarta Sambut Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 22:32 WIB
Kakang Rudianto Jagokan Portugal Juara Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 22:32 WIB
Pemerintah Naikkan Tunjangan Guru Non-ASN Menjadi Rp 2 Juta
Kamis / 11-06-2026, 22:32 WIB
BEM UI Demo di Bundaran HI Besok, Polisi Siapkan Rute Alternatif
Kamis / 11-06-2026, 22:32 WIB
Bahlil Hadap Prabowo Bahas Percepatan Transisi Energi dan Hilirisasi
Kamis / 11-06-2026, 22:32 WIB






