Membesarkan anak seringkali diwarnai konflik harian seperti persaingan antarsaudara atau amukan emosi. Pendekatan yang berpusat pada tindakan positif dapat membantu mempermudah rutinitas tersebut.

Sistem pengasuhan 5:1 hadir sebagai solusi untuk mengalihkan fokus orangtua dari aspek negatif menuju interaksi yang lebih positif.

>>> OJK Catat Pembiayaan Kendaraan Listrik Tembus Rp23,39 Triliun per April 2026

Formula ini diterapkan khusus untuk mempererat hubungan emosional antara orangtua dan anak.

Pedoman ini dirancang untuk menciptakan hubungan yang lebih sehat dalam lingkungan keluarga. Konsistensi dalam menerapkan formula ini dipercaya mampu melatih regulasi emosi sekaligus menekan tingkat stres.

Dr. Carla C. Allan, PhD, Psikolog Klinis dan Kepala Divisi Psikologi di Phoenix Children's, menjelaskan dampak positif metode tersebut.

"Ketika orangtua menerapkan metode 5:1 secara konsisten, mereka mencontohkan pengaturan emosi, mengurangi stres keluarga, dan membantu membangun kepercayaan dan ketahanan pada anak-anak mereka," ujarnya.

Konsep dasar formula ini mengadaptasi hasil penelitian pernikahan oleh Psikolog John Gottman, PhD.

Studi tersebut menunjukkan bahwa ikatan yang langgeng membutuhkan rasio lima bentuk interaksi positif berbanding satu interaksi negatif.

Dr. Allan menambahkan bahwa prinsip tersebut berlaku sama untuk anak-anak. "Mereka berkembang pesat ketika kehangatan, dorongan, dan koneksi, jauh melampaui kritik atau hukuman," ungkapnya.

Strategi Penerapan dalam Keseharian

Menerapkan formula ini menuntut kesadaran orangtua untuk menambah intensitas pujian, apresiasi, serta waktu berkualitas secara konsisten setiap hari.

Hubungan emosional ini bekerja seperti mekanisme tabungan di bank.

Psikolog Nina Kaiser, PhD, memberikan analogi tentang pentingnya membangun konsistensi interaksi positif.

"Sangat mudah bagi kita untuk melihat dan mengomentari hal-hal yang salah, dan jauh lebih sulit untuk memerhatikan hal-hal yang berjalan dengan benar," tuturnya.