Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh industri multifinance di Indonesia mencapai Rp23,39 triliun per April 2026.

Angka tersebut tumbuh 32,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

>>> Tiga Perusahaan Kolaborasi Perkuat Ekosistem Zakat Digital Indonesia

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK Agusman menyatakan kenaikan ini menjadi indikator kuat bahwa minat masyarakat beralih ke kendaraan ramah lingkungan masih dalam tren positif.

Kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berisiko membatasi pasokan BBM global juga dinilai sebagai momentum untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik domestik.

Respons Industri Multifinance

Peluang perluasan portofolio pembiayaan hijau turut direspons oleh pelaku industri, salah satunya PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF).

>>> Pemerintah Tidak Tetapkan 15 Juni 2026 Sebagai Hari Libur Nasional

CNAF membukukan pembiayaan baru kendaraan ramah lingkungan senilai Rp42 miliar pada kuartal I-2026, setara 24,9% dari total pembiayaan perusahaan.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan pihaknya juga mempercepat digitalisasi layanan untuk memudahkan transaksi calon nasabah.

Langkah taktis CNAF mencakup penguatan produk, simplifikasi proses transaksi, serta peningkatan kolaborasi dengan produsen dan dealer kendaraan listrik.

>>> OJK Wajibkan Spin Off Unit Usaha Syariah Multifinance, Ini Kriterianya

Secara keseluruhan, total piutang pembiayaan dari seluruh perusahaan multifinance mencapai Rp514,65 triliun per April 2026, tumbuh 2,08% year-on-year.