WhatsApp Gagalkan Serangan Spyware NSO Group, Tempuh Jalur Hukum
WhatsApp berhasil menggagalkan upaya serangan siber berupa kampanye spear phishing yang dikaitkan dengan perusahaan spyware asal Israel, NSO Group, pada Kamis (11/6/2026).
Pembaruan keamanan ini terdeteksi meskipun pengadilan Amerika Serikat sebelumnya telah melarang NSO menargetkan platform tersebut secara permanen.
>>> Masjid Tan'im Jadi Lokasi Miqat Favorit Jemaah Umrah di Makkah
Operasi siber tersebut bertujuan mengelabui pengguna agar menekan tautan berbahaya yang mengarah ke situs luar.
WhatsApp tidak hanya mendeteksi tautan, tetapi juga menemukan dan menutup sejumlah akun serta grup percobaan yang diduga sebagai bagian dari infrastruktur serangan.
Langkah Hukum dan Dampak Serangan
WhatsApp kini mengambil langkah hukum dengan meminta pengadilan federal AS menjatuhkan sanksi dan menyatakan NSO melakukan penghinaan terhadap pengadilan karena melanggar putusan permanen terdahulu.
"Setelah menyelidiki laporan pengguna, kami mampu mengganggu upaya rekayasa sosial yang terkait dengan NSO," tulis WhatsApp dalam laman Meta Newsroom.
Tindakan hukum ini memperpanjang perseteruan kedua pihak setelah pengadilan memenangkan gugatan WhatsApp terhadap NSO pada 2025.
>>> Tapa Bisu Jadi Tradisi Malam 1 Suro, Ini Makna dan Tata Caranya
Saat itu, pengadilan menyatakan NSO melanggar hukum federal serta negara bagian AS atas aktivitas peretasan menggunakan perangkat lunak berbahaya untuk menyusup dan mencuri data sensitif tanpa sepengetahuan target.
Sebelumnya, juri federal AS juga memerintahkan NSO membayar ganti rugi sekitar US$167 juta akibat terbukti menyebarkan spyware Pegasus ke lebih dari 1.000 target.
Menanggapi ancaman komersial yang kian serius, WhatsApp mengumumkan dukungannya terhadap program Spyware Accountability Initiative untuk meningkatkan akuntabilitas industri.
"Kami akan terus melindungi kemampuan masyarakat untuk berkomunikasi secara pribadi.
>>> Analis Peringatkan Potensi Musim Dingin Kripto Bayangi Bitcoin
Ancaman spyware komersial tidak hanya berdampak pada individu yang menjadi target, tetapi juga mengancam keamanan dan privasi seluruh ekosistem digital," tegas WhatsApp.
Update Terbaru
PGDX 2026 Siap Digelar Akhir Juli di SMX Convention Center Manila
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
GM Raup 70 Sen dari Setiap Dolar Langganan, Hanya 4 Sen dari Penjualan Mobil
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
Jimmie Johnson Kembali ke No. 48 untuk Balap Perpisahan di Daytona 500 2027
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Utah Talons Kalahkan Chicago Bandits 2-1 di Laga Pembuka Final AUSL
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Lucas Glover Protes Teknik AimPoint dengan Melepas Sepatu di 3M Open
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Jalen Brunson Masuk Klub Tanpa Hambatan, Michael Porter Jr. Harus Diperiksa
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Pelaku Serangan Pride Berlin Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Percakapan Terakhir Oliver Tree dengan Sang Ibu: Antusiasme untuk Perjalanan Helikopter yang Fatal
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Profesor Sejarah Temukan Harta Karun Emas Zaman Besi Terbesar di Inggris
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Jika Internet Padam Global, Kekacauan dan Satu Miliar Orang Diprediksi Tewas
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Olah TKP Klinik Kebayoran Baru, Polisi Amankan Bantal Biru dan Sepeda Motor
Senin / 27-07-2026, 01:22 WIB
Pengemudi Tabrak Peserta Parade LGBT di Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB
PDIP Sejalan dengan Prabowo dalam Bela Negara dan Kepentingan Nasional
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB
Kasus Ijazah Jokowi Jadi Pemicu Kaesang Maju ke DPR?
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB







