Pemerintah Amerika Serikat membantah klaim sepihak dari Iran yang menyatakan bahwa Teheran telah memblokade total Selat Hormuz pada Rabu (10/6/2026) waktu setempat.

Washington menegaskan jalur pelayaran komersial global di kawasan strategis tersebut hingga kini terpantau masih beroperasi dengan normal.

>>> Pembiayaan Mobil Baru Mandiri Utama Finance Melonjak 18 Persen

Kondisi keamanan dan aktivitas maritim di wilayah perairan tersebut disampaikan langsung oleh pihak militer Amerika Serikat.

Pernyataan resmi ini dikeluarkan guna merespons ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

"Kapal-kapal komersial terpantau masih terus melintas masuk dan keluar dari Selat Hormuz malam ini," tulis Komando Sentral AS (CENTCOM) dalam sebuah unggahan resmi di platform X.

Bantahan dari komando militer Amerika Serikat tersebut muncul setelah adanya laporan mengenai tindakan sepihak dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.

>>> Saham Teknologi Seret Bursa Asia Memerah Akibat Lonjakan Inflasi AS

Pihak IRGC dilaporkan sempat melakukan blokade total terhadap jalur perairan itu menyusul gelombang serangan udara terbaru yang diluncurkan oleh militer Amerika Serikat ke wilayah mereka.

Berdasarkan laporan dari kantor berita Iran, Mehr, Komando Gabungan Tertinggi Militer Iran dikabarkan telah mengeluarkan perintah resmi.

Instruksi tersebut berisi penutupan Selat Hormuz bagi semua jenis aktivitas pelayaran komersial.

>>> ITB Buka Pendaftaran Jalur Mandiri SSU Tes Tulis 2026 hingga 14 Juni

Pihak Teheran juga melayangkan peringatan keras bahwa setiap kapal yang nekat mencoba melintasi jalur perairan strategis tersebut akan langsung dijadikan sasaran serangan militer mereka.