PT Bank BJB Syariah tengah mempercepat pemulihan sistem digital yang mengalami gangguan operasional selama hampir satu bulan terakhir.

Gangguan ini menyebabkan aplikasi mobile banking tidak dapat diakses normal dan membatasi fungsi tarik tunai di ATM.

>>> Ekonom BTN Proyeksikan Cadangan Devisa Indonesia Bertahan di US$ 143 Miliar hingga Akhir 2026

Manajemen BJB Syariah membenarkan adanya kendala teknis tersebut. Mereka menyampaikan permohonan maaf resmi kepada seluruh nasabah yang terdampak proses pemeliharaan.

Corporate Secretary BJB Syariah, Yusuf Abadi, menyatakan bahwa perbaikan dilakukan sesuai arahan regulator. Ia menegaskan dana dan data nasabah tetap terjaga dengan baik.

“Sesuai komunikasi dan arahan regulator, kami lakukan perbaikan, dan dapat dipastikan juga bahwa dana dan data nasabah terjaga dengan baik,” ujar Yusuf Abadi.

Langkah percepatan perbaikan sistem ini mengutamakan proteksi dana masyarakat dan kerahasiaan data pribadi konsumen. Proses pemulihan dilakukan sesuai arahan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Saat ini kami terus melakukan upaya percepatan proses pemulihan layanan dengan mengutamakan aspek keamanan dana dan data pribadi nasabah,” kata Yusuf Abadi.

>>> Methosa Rilis Lagu Satir Biru Pink, Kritik Realitas Sosial Lewat Hip-Hop

Untuk sementara, bank menyediakan opsi transaksi alternatif. Nasabah dapat melakukan pengecekan saldo dan transfer antar-rekening melalui ATM yang masih berfungsi.

Nasabah juga diarahkan untuk datang langsung ke kantor cabang pada hari kerja pukul 08.00-15.00 WIB. Layanan call center SalaMaslahah juga tersedia.

Gangguan yang berlangsung lama ini memicu keluhan nasabah. Salah satu nasabah, Syefy Hazany, mengeluhkan aplikasi yang tidak bisa diakses dan ATM yang error.

“Sudah hampir 1 bulan, masuk m-banking aja nggak bisa-bisa. Loading lama, ujung-ujungnya error.

ATM juga banyak yang nggak bisa tarik tunai,” kata Syefy Hazany.

>>> APPBI: Tingkat Kunjungan Mal Stabil Meski Ekonomi Tertekan

Hingga saat ini, manajemen BJB Syariah belum menetapkan tenggat waktu pasti penyelesaian total. Normalisasi seluruh sistem digital masih dalam proses.