Amazon Web Services (AWS) mengalami gangguan sistem internal yang menyebabkan tagihan bulanan palsu hingga 1,5 triliun dolar AS kepada pengguna yang biasanya membayar biaya langganan minimal.

Masalah teknis ini dilaporkan oleh The Guardian pada Jumat (waktu setempat) dan memengaruhi konsol penagihan serta manajemen biaya AWS mulai pukul 03.38 waktu Inggris.

>>> Pemukim Israel Serang Komunitas Palestina di Tepi Barat

Gangguan tersebut berdampak pada pelanggan mulai dari mahasiswa hingga organisasi amal di seluruh dunia.

AWS kemudian menonaktifkan alat estimasi otomatis setelah melacak masalah ke kesalahan harga unit dalam subsistemnya.

Kepanikan Pelanggan

Dan Harvey, kepala pemasaran Learning Through Landscapes yang berbasis di Hampshire, mengatakan hampir terkena serangan jantung saat menerima tagihan 7,8 miliar dolar untuk aplikasi audit lahan sekolah amal mereka, yang biasanya kurang dari satu pound per bulan.

Seorang pelanggan bernama Bharath membagikan tangkapan layar yang menunjukkan lonjakan penggunaan triliunan persen di platform X.

“Saya baru saja melihat $1,5 triliun di tagihan AWS saya dan jiwa saya meninggalkan tubuh saya,” kata Bharath.

Seorang mahasiswa di Delhi bernama Sachin menghadapi tagihan miliaran dolar yang sama, bukan biaya nominal biasanya.

Andrea Zuvich, sejarawan yang mengoperasikan portal digital di Derbyshire, menerima tagihan palsu sebesar 245 miliar dolar, padahal tagihan biasanya sekitar $15 per bulan.

Zuvich mencatat bahwa anomali keuangan ekstrem ini berpotensi menyebabkan stres berat di kalangan pengguna platform.

>>> Free Fire: Event Blue Lock Chapter 2 Hadir, Dapatkan 3 Bundle dan 2 Emote Gratis

“Anda bisa bayangkan kami cukup terkejut … Secara lebih serius, ini mungkin sangat mengkhawatirkan sebagian orang, bahkan menyebabkan masalah kesehatan,” kata Zuvich.