Grup band Methosa kembali merilis karya baru di tengah hiruk-pikuk politik tanah air. Single terbaru mereka berjudul Biru Pink hadir sebagai kritik sosial yang dikemas dalam musik hip-hop.

Lagu ini menyindir keterikatan manusia modern terhadap materi.

>>> APPBI: Tingkat Kunjungan Mal Stabil Meski Ekonomi Tertekan

Lewat lirik repetitif dan agresif, Biru Pink memotret realitas seperti pendidikan yang kalah oleh hak istimewa, politik modal, hukum yang bisa dibungkam, hingga perilaku konsumtif dan utang.

Methosa kini berformasi tiga personel: Mansen Munthe (vokal), Raden Agung (synthesizer), dan Dami Mahardiwana (gitar). Dalam lagu ini, mereka kembali menggandeng Rina Nose sebagai kolaborator.

Kombinasi tersebut menghasilkan energi unik, liar, dan teatrikal. Meski begitu, pesan yang disampaikan tetap dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.

>>> Trump: Israel dan Iran Berupaya Segera Capai Gencatan Senjata

Kritik Tanpa Menggurui

Biru Pink tidak terkesan menceramahi pendengar. Methosa sengaja menggunakan pendekatan ironi dan satir agar pendengar bisa memaknai sendiri pesan di balik lagu.

Lagu ini menyentuh aspek kehidupan yang cenderung konsumtif dan terus memburu pengakuan sosial. Di era modern, kemampuan finansial kerap menjadi barometer status sosial, yang dinilai mengikis nilai kemanusiaan.

Dengan aransemen hip-hop yang pekat, Biru Pink menjadi kritik tajam yang mudah diingat.

>>> Microsoft dan Nvidia Luncurkan Chip RTX Spark di Computex 2026

Lagu ini dirilis pada Senin (8/6/2026) dan sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital.