Insentif motor listrik juga dinilai masih kalah bersaing dengan stimulus pengguna mobil listrik, seperti pembebasan kawasan ganjil-genap dan tarif pajak lebih murah.

"Insentif-insentifnya harus lebih mendarat lagi, lebih melihat bagaimana orang melihat motor EV itu lebih favorable daripada motor ICE," katanya.

>>> YDBA Perluas Kolaborasi untuk Akselerasi Ekspansi UMKM hingga 2028

Fokus pada Sektor Logistik dan Platform Digital

MUF melihat ceruk industri logistik sebagai pintu masuk paling masuk akal untuk mengakselerasi penggunaan kendaraan listrik nasional.

Penelitian menempatkan sektor pengiriman instan (on-demand) serta perusahaan logistik pihak ketiga (3PL) sebagai segmen yang paling siap melakukan elektrifikasi armada.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, MUF bersiap membuka diskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia, dan produsen kendaraan listrik.

Agenda ini bertujuan merumuskan formula pembiayaan tepat guna yang dapat mempercepat konversi motor konvensional.

Pendekatan berbasis ekosistem diyakini Dapot akan jauh lebih efisien ketimbang menyasar konsumen ritel secara perorangan.

Platform ride-hailing besar seperti Grab dan Gojek dapat menjadi target utama karena menaungi jutaan mitra pengemudi.

"Daripada bicara retail, mungkin lebih baik masuk ke penyedia jasa itu yang sekali buku bisa 10.000 motor, 15.000 motor, atau 20.000 motor," ujarnya.

Selain platform digital, MUF melirik potensi elektrifikasi pada kendaraan operasional milik badan usaha milik negara (BUMN).

Beberapa di antaranya meliputi motor petugas pencatat meter listrik hingga kendaraan dinas di area perkebunan negara.

Langkah taktis ini dipandang mampu menjadi pendorong awal bagi penerapan logistik hijau yang dicanangkan pemerintah lewat Permen Komdigi Nomor 8 Tahun 2025.

Regulasi ini menjadikan pemakaian transportasi rendah karbon sebagai pilar utama logistik hijau.

Dalam proyeksi jangka panjang, penguatan ekosistem kendaraan listrik ini sejalan dengan peta jalan transformasi digital milik pemerintah.

Strategi tersebut menempatkan inovasi berkelanjutan dan ekonomi digital sebagai motor penggerak daya saing bangsa.

>>> Surah Al-Ankabut Ayat 64: Kehidupan Dunia Hanya Senda Gurau, Akhirat Tempat Sejati

"With a proper financing scheme, we are not only reducing emissions but can also deliver a broader economic impact for the community," kata Dapot.