PT Mandiri Utama Finance (MUF) mendorong kolaborasi antara regulator, industri pembiayaan, produsen kendaraan, dan platform digital untuk mempercepat transisi ke sepeda motor listrik.

Langkah ini diambil karena adopsi motor listrik di sektor logistik dan transportasi berbasis aplikasi masih menghadapi hambatan besar.

>>> Bridgestone Indonesia Raih Penghargaan Kepatuhan Regulasi IRCA 2026

Plt.

Direktur Utama MUF Dapot Parasian Sukoco Sinaga mengatakan permintaan pembiayaan motor listrik belum mengalami lonjakan signifikan meskipun pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 8 Tahun 2025 tentang layanan pos komersial yang mendukung logistik hijau.

"Kalau ditanya apakah sudah ada kenaikan dari sisi demand, menurut kami di bisnis pembiayaan tidak signifikan.

Ini masih menjadi PR besar bagi kami karena sebenarnya roda dua merupakan bisnis yang sangat menarik," ujar Dapot dalam diskusi BIG Strategic Forum 2026 di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Studi implementasi logistik hijau menunjukkan bahwa kendaraan listrik menawarkan biaya operasional lebih murah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).

Namun, tingginya harga beli awal masih menjadi kendala utama bagi kurir dan pengemudi untuk beralih.

Riset mengungkapkan total cost of ownership (TCO) sepeda motor listrik sekitar 27% lebih rendah daripada motor bensin.

Meski demikian, penghematan operasional belum mampu menutup beban harga beli yang tinggi.

Berdasarkan kajian yang sama, diperlukan insentif tambahan yang bisa memangkas kesenjangan pembiayaan berkisar Rp15 juta hingga Rp23 juta.

Langkah ini krusial agar peralihan ke kendaraan listrik lebih menarik bagi pengemudi dan kurir, dengan dukungan pembiayaan menjadi insentif yang paling dinantikan.

Dapot berpendapat hambatan terbesar bukan sekadar harga, melainkan manfaat ekonomi langsung yang belum dirasakan masyarakat luas.