Pandangan mengenai hakikat kehidupan manusia yang menempatkan dunia sebagai tujuan utama mendapat sorotan penting.

Al-Qur'an melalui Surah Al-Ankabut ayat 64 memberikan penegasan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara.

>>> KPK Tangkap Bupati Muara Enim Edison dalam Operasi Tangkap Tangan

Perwakilan Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi, Ahsanul Falihin, menyatakan ayat ini hadir sebagai pengingat bagi umat manusia.

Ia menjelaskan bahwa kehidupan dunia tidak lebih dari senda gurau dan permainan, sementara akhirat merupakan tempat kehidupan yang sejati.

Allah SWT berfirman: "Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya seandainya mereka mengetahui."

(QS. Al-Ankabut: 64)

Ahsanul Falihin menjelaskan bahwa kata al-hayawan dalam ayat tersebut bermakna kehidupan yang sejati dan kekal abadi, tanpa kematian dan kenikmatan yang tidak pernah hilang.

Ini berbeda dengan kehidupan dunia yang sementara dan akan berakhir.

Menurutnya, masyarakat modern kerap terjebak dalam kesibukan mengejar materi dan kesenangan duniawi yang fana. Hal ini sering membuat manusia melupakan persiapan menghadapi fase setelah kematian.

"Allah menyebut kehidupan dunia sebagai lahwun wa la'ib, yakni senda gurau dan permainan.

>>> Telkom Indonesia Siapkan Rp4 Triliun untuk Buyback Saham

Bukan berarti dunia tidak penting, tetapi menunjukkan bahwa seluruh kesenangan dan gemerlap dunia pada akhirnya akan sirna.

Karena itu seorang muslim hendaknya menjadikan dunia sebagai sarana untuk meraih kebahagiaan akhirat," kata Ahsanul Falihin.

Bagian akhir ayat yang berbunyi law kanu ya'lamun menjadi poin krusial.

Frasa tersebut dipandang sebagai stimulasi bagi nalar manusia agar mengoptimalkan akal budi dan pengetahuan dalam merenungkan esensi keberadaan.