PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) resmi mengalokasikan dana maksimal Rp4 triliun untuk melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback.

Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin (8/6/2026).

>>> BGN Efisiensikan Anggaran Makan Bergizi Gratis, Cari Dana Alternatif

Mekanisme buyback akan berlangsung selama 12 bulan penuh, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Langkah ini diambil di tengah tekanan harga saham TLKM di pasar modal.

Data Bursa Efek Indonesia mencatat saham TLKM ditutup melemah 14,86% ke posisi Rp2.350 per lembar pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Buyback dapat dieksekusi secara bertahap atau sekaligus melalui bursa maupun di luar bursa.

Strategi Tingkatkan Nilai Pemegang Saham

Direktur Utama TLKM Dian Siswarini menyatakan aksi korporasi ini merupakan strategi untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar.

>>> Kemenkes Perkuat Puskesmas untuk Ubah Orientasi RS

Kondisi keuangan perseroan dinilai kokoh berkat kinerja tahun lalu. TLKM mencatat pendapatan total Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun.

Manajemen terus menggenjot program transformasi TLKM 30 yang menyasar efisiensi operasional, penyederhanaan portofolio, dan perubahan model operasional.

RUPST juga menyepakati pembagian dividen tunai total Rp21,9 triliun, terdiri dari Rp17,8 triliun dari laba bersih 2025 dan Rp4,2 triliun dari saldo laba ditahan.

Pembayaran dividen dijadwalkan paling lambat 10 Juli 2026 bagi pemegang saham yang terdaftar per 19 Juni 2026.

>>> BPI Danantara Kembangkan Sistem Digitalisasi Ekspor SDA Satu Pintu

Selain itu, RUPST menyetujui perombakan pengurus dengan menetapkan Angga Raka Prabowo sebagai Komisaris Utama baru. Posisi Direktur Utama tetap diemban Dian Siswarini untuk mengawal transformasi.