Hal ini berpotensi memicu kesalahan alokasi modal.

>>> Bapanas Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan untuk Tekan Kerugian Global

"Transisi energi adalah soal kapan, bukan apakah, dan jika Anda tidak memperhatikan apa yang dikatakan data tentang peluang jangka panjang, ada risiko nyata bahwa, sebagai investor, Anda mungkin melewatkan salah satu peluang investasi paling menarik di generasi kita," kata Nick Stansbury.

L&G kini memanfaatkan skenario iklim yang diperbarui untuk menantang narasi negatif pasar tersebut sekaligus memonetisasi peluang investasi yang muncul.

"Kami sangat tertarik untuk menantang narasi pasar, karena itu akan menjadi bagian dari proses memonetisasi peluang investasi yang kami lihat," ujar Nick Stansbury.

Analisis skenario tanpa kebijakan iklim tambahan dari pemerintah kini memproyeksikan pemanasan global sekitar 2,5°C di atas level pra-industri, turun dari prediksi sebelumnya sebesar 3°C.

L&G menyatakan target menjaga pemanasan di bawah 2°C masih dapat dicapai.

Kepala pemodelan iklim di L&G, Justine Schafer, memaparkan perkembangan hasil proyeksi emisi dari pembaruan model yang dilakukan perusahaan selama setahun terakhir.

"Versi 2026 adalah yang pertama menunjukkan emisi global mencapai puncaknya sebelum tahun 2030," kata Justine Schafer.

Hasil analisis skenario iklim ini selanjutnya digunakan oleh L&G sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis bukti dalam proses investasi masa depan.

"Cara untuk menghasilkan wawasan berbasis bukti yang dapat kita gunakan dalam proses investasi kita," ujar Nick Stansbury.

Wawasan tersebut membantu manajer investasi dalam mengidentifikasi sektor yang tepat untuk penempatan modal.

>>> Persija Jakarta Resmi Kontrak Shin Tae-yong Tiga Tahun

"Di mana kita ingin menempatkan modal kita dan di mana kita tidak ingin menempatkan modal kita," kata Nick Stansbury.