Legal & General Group Plc (L&G) memperingatkan para investor bahwa mereka telah meremehkan laju transisi energi. Hal ini berisiko membahayakan imbal hasil finansial dan tujuan iklim global.

Perusahaan asuransi dan pengelola aset asal Inggris itu menerbitkan laporan terbaru yang menepis anggapan bahwa peralihan menuju ekonomi rendah karbon telah terhenti.

>>> AS Usulkan Tarif Impor 10 Persen untuk Produk Indonesia

Analisis L&G menunjukkan dekarbonisasi ekonomi global tetap berjalan di tengah hambatan yang ada.

Pembaruan model iklim L&G menunjukkan adopsi kendaraan listrik dan penerapan energi bersih berkembang lebih cepat dari perkiraan.

Tren ini membuat konsumsi batu bara, minyak, dan gas dalam jangka panjang dinilai tidak akan bertahan pada tingkat saat ini.

Narasi Pasar yang Keliru

Kepala solusi iklim di unit manajemen aset L&G, Nick Stansbury, menjelaskan adanya anggapan keliru di pasar mengenai perlambatan transisi.

Sentimen tersebut dipicu oleh penolakan politik tertentu dan lonjakan permintaan gas akibat pusat data kecerdasan buatan.

"Ada narasi pasar yang berkembang di latar belakang bahwa pada dasarnya transisi energi telah melambat, telah berhenti total, dan mungkin bahkan berbalik arah di beberapa tempat," kata Nick Stansbury.

Pihak perusahaan mengamati bukti data bahwa penurunan drastis biaya energi bersih dan elektrifikasi industri, terutama sektor transportasi, membuat peralihan dari bahan bakar fosil terus berlanjut.

"Dari apa yang dapat kita lihat dari data dan bukti dalam model yang telah kita lakukan, transisi energi masih berjalan dengan baik," ujar Nick Stansbury.

Kecenderungan investasi jangka pendek dengan rata-rata kepemilikan saham sekitar satu tahun dinilai membuat investor tidak melihat pergeseran struktural jangka panjang.