>>> Panitia SNPMB Ungkap Alasan Skor UTBK Baru Keluar Sebulan Setelah Tes

"Semua faktor ini sangat penting karena berkaitan dengan penyakit yang umum terjadi pada orang lanjut usia dan menjadi penyebab kematian," kata Esteller.

Kondisi mikrobioma atau ekosistem bakteri dalam pencernaan Maria juga memperlihatkan struktur yang mirip dengan individu dari kelompok usia yang jauh lebih muda.

Dr. Manel Esteller menyebutkan bahwa Maria memiliki kebiasaan rutin mengonsumsi yoghurt hingga tiga porsi setiap hari, yang diduga kuat membantu memelihara kesehatan usus sekaligus meredam inflamasi.

Melansir Science Alert (25 September 2025), indikator biologis pada sistem imunitas dan bakteri pencernaan Maria memperlihatkan karakteristik yang umumnya hanya ditemukan pada orang berusia muda.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa keistimewaan ini tidak bisa diklaim sebagai kontribusi dari faktor genetika semata.

Menurut estimasi Dr. Manel Esteller, proporsi faktor penentu umur panjang Maria terbagi seimbang, yakni 50 persen dari aspek genetika dan 50 persen sisanya dari pola hidup.

Semasa hidupnya, Maria konsisten tidak merokok, tidak meminum alkohol, aktif berjalan kaki satu jam per hari, serta menerapkan diet Mediterania yang kaya akan minyak zaitun.

"Kami menemukan bahwa usia yang sangat lanjut dan kesehatan yang buruk tidak selalu berjalan beriringan," tulis tim peneliti dalam studi tersebut.

Prof. João Pedro de Magalhães dari University of Birmingham berpendapat bahwa studi terhadap individu dengan umur panjang ekstrem seperti Maria sangat krusial untuk memetakan mekanisme penuaan yang belum terpecahkan.

>>> Kemensos Buka 5.127 Formasi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026

"Jika kita dapat mengetahui gen-gen yang terkait dengan umur panjang ekstrem dan usia tua yang sehat, hal itu bisa memberi petunjuk tentang mekanisme penuaan serta target untuk mengembangkan intervensi yang memungkinkan lebih banyak orang hidup lebih lama dan lebih sehat," katanya.