Rahasia umur panjang Maria Branyas Morera, manusia tertua di dunia yang wafat pada Agustus 2024 dalam usia 117 tahun, mulai terkuak.

Setahun setelah kematiannya, para peneliti berhasil mengidentifikasi sejumlah indikator penting yang membuat wanita kelahiran Amerika Serikat yang menetap di Spanyol ini memiliki rentang hidup luar biasa.

>>> The Beatles dan Apple Corps Resmi Akui Hari Beatles Sedunia

Sebuah riset yang diterbitkan dalam jurnal Cell Reports Medicine pada 21 Oktober 2025 menunjukkan bahwa rahasia umur panjang Maria tidak hanya bertumpu pada kebiasaan hidup sehat.

Faktor DNA yang istimewa juga memegang peranan sangat krusial, di mana sel-sel tubuhnya menunjukkan karakteristik yang jauh lebih muda daripada umur kronologisnya.

Temuan Biologis yang Menakjubkan

Tim ahli dari Josep Carreras Leukaemia Research Institute di Barcelona mengevaluasi sampel biologi Maria yang meliputi darah, ludah, urine, dan feses sebelum ia tutup usia.

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, umur biologis Maria terdeteksi minimal 10 hingga 15 tahun lebih muda daripada usia sebenarnya.

"Kami untuk pertama kalinya dapat memisahkan antara menjadi tua dan menjadi sakit," kata Dr. Manel Esteller dari Josep Carreras Leukaemia Research Institute, seperti dikutip dari The Guardian (24 September 2025).

Para ilmuwan memaparkan bahwa walaupun fisik Maria memperlihatkan indikasi penuaan yang ekstrem, terdapat proteksi biologis kuat yang menjaganya dari berbagai penyakit degeneratif.

Melalui studi DNA, ditemukan adanya variasi gen langka yang berfungsi melindungi kesehatan organ jantung, otak, serta mengoptimalkan sistem kekebalan tubuhnya.

Berdasarkan laporan CNN (26 September 2025), komponen genetik tersebut memproteksi tubuh dari gangguan kesehatan akibat penuaan, termasuk penurunan fungsi kognitif.

Maria juga diklaim mempunyai sistem metabolisme lemak dan kolesterol yang sangat efisien, sehingga kadar kolesterol jahat serta trigliseridanya berada di angka rendah, sementara kolesterol baiknya tetap tinggi.