Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) membeberkan alasan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) baru bisa diumumkan satu bulan setelah pelaksanaan tes.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok, menjelaskan bahwa proses penilaian melibatkan tahap scoring dan pembobotan yang rumit.

>>> Kemensos Buka 5.127 Formasi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026

Kedua prosedur tersebut dikerjakan oleh dua tim yang berbeda.

"Makanya, mengapa pelaksanaan UTBK itu ini kami sudah berusaha untuk padatkan dan 871.496 peserta UTBK (2026) itu selesai tanggal 2 Mei, pengumuman 25 Mei.

Kami menggunakan sistem yang berbeda antara scoring dan bobot," ungkap Eduart dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru bersama Komisi X DPR RI.

Proses Scoring dan Pembobotan

Eduart menjelaskan bahwa setelah ujian selesai, panitia melakukan validasi ulang terhadap jawaban per soal. Setelah validasi rampung, panitia masuk ke tahap scoring.

Menariknya, tim yang bertugas melakukan scoring tidak dibekali informasi mengenai nama ataupun nomor peserta yang sedang mereka nilai.

"Jadi kalau saya di tim scoring, saya tidak tahu siapa nih yang saya periksa," ujar Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) tersebut.

Melalui sistem ini, Eduart menegaskan bahwa celah kecurangan dalam penilaian UTBK sangat tidak mungkin terjadi.

Setelah fase scoring selesai, panitia baru melakukan pembobotan yang didasarkan pada peringkat atau ranking peserta. Tahapan ini kembali diserahkan kepada tim yang berbeda.

>>> KSPSI Peringatkan Badai PHK Akibat Harga Gas Industri Tak Terkendali

"Yang pasti skornya sekian, baru kemudian akan cocokkan ke tim untuk pembobotan. Itu tim yang berbeda," ucapnya.