AAJI Catat Klaim Asuransi Kesehatan Meningkat Jadi Rp6,72 Triliun
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat lonjakan klaim asuransi kesehatan sebesar 15,3 persen secara tahunan.
Nilainya mencapai Rp6,72 triliun pada Maret 2026, naik dari Rp5,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
>>> DPR Sahkan Revisi UU PPSK, Evaluasi BI dan OJK Diperkuat
Pertumbuhan ini didorong oleh segmen perorangan yang meningkat 12,1 persen menjadi Rp4,20 triliun dengan 0,10 juta penerima manfaat.
Sementara itu, segmen kumpulan melonjak 20,9 persen menjadi Rp2,52 triliun untuk 1,26 juta orang.
Secara keseluruhan, total penerima manfaat klaim kesehatan pada kuartal pertama 2026 mencapai 1,35 juta orang.
Ketua Bidang Literasi & Perlindungan Konsumen AAJI Wianto Chen mengatakan tren kenaikan ini mencerminkan tingginya kebutuhan proteksi masyarakat di tengah inflasi medis.
"Peningkatan ini juga mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap perlindungan kesehatan dan meningkatnya kesadaran tentang proteksi kesehatan," ujar Wianto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Inflasi Medis dan Faktor Pendorong
Berdasarkan data proyeksi eksternal dari survei Wills Tower Watson, tingkat inflasi medis di Indonesia diperkirakan mencapai 15,1 persen.
>>> Kolaborasi Tiga Promotor Siap Gelar Festival Musik Suaraga di Solo
Faktor dari sisi permintaan maupun pasokan layanan kesehatan turut memicu inflasi medis dua digit.
Dari sisi permintaan, pola penyakit severe seperti jantung dan diabetes meningkat tinggi. Selain itu, penggunaan manfaat asuransi kesehatan kerap melebihi kebutuhan.
Dari sisi penyedia jasa, belum adanya standar tarif yang seragam memicu lonjakan biaya obat-obatan, jasa dokter, hingga perawatan.
Ketergantungan pada instrumen medis impor juga mengerek biaya operasional akibat fluktuasi nilai tukar dolar AS.
Wianto menekankan perlunya koordinasi antara rumah sakit, penyelenggara, fasilitas kesehatan, dan BPJS untuk mengelola peningkatan klaim yang berdampak pada premi.
Implementasi regulasi baru POJK 36/2025 diharapkan mampu menekan pembayaran ganda dan mengontrol pembiayaan berlebihan di fasilitas kesehatan.
>>> Warga Tutup Sementara Kawasan Heritage Between Two Gates Kotagede
"Kalau klaimnya efisien, terkoordinasi, tidak membayar berlebih-lebih, tidak double, tentunya premi ini bisa kita stabilkan," tutup Wianto.
Update Terbaru
Kimora Lee Simmons Minta Mantan Suami Dapat Hak Asuh Anak
Rabu / 22-07-2026, 00:57 WIB
Jaksa Tolak Banding Baru Mackenzie Shirilla, Anggap Argumen Lama
Rabu / 22-07-2026, 00:57 WIB
Janda Malcolm-Jamal Warner Gugat Ibu Mertua, Tuntut Rp19,5 M dari Family Trust
Rabu / 22-07-2026, 00:56 WIB
Aaron Rodgers Akhirnya Reuni dengan Keluarga Setelah Bertahun-tahun
Rabu / 22-07-2026, 00:56 WIB
Ditjen Pajak Bisa Minta Data Wajib Pajak Lewat Keluarga, Ini Syaratnya
Rabu / 22-07-2026, 00:56 WIB
Cara Mudah Cek Sisa Usia iPhone dan Android
Rabu / 22-07-2026, 00:56 WIB
Istana Sebut Keppres Jampidsus Kuntadi Diteken Prabowo Besok atau Lusa
Rabu / 22-07-2026, 00:56 WIB
AS Disebut Krisis Rudal Perangi Iran, Kerepotan Lindungi Pasukan?
Rabu / 22-07-2026, 00:56 WIB
PSIM Yogyakarta Resmi Rekrut Gelandang Polandia Adrian Purzycki
Rabu / 22-07-2026, 00:55 WIB
Piala Dunia 2026 Ubah Ranking FIFA, Spanyol 'Tendang' Prancis dari Puncak
Rabu / 22-07-2026, 00:54 WIB
Kiper Vietnam Keturunan Slovakia Tak Sabar Hadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Rabu / 22-07-2026, 00:54 WIB
Bomber Naturalisasi Vietnam dengan 44 Gol Jadi Ancaman bagi Timnas Indonesia
Rabu / 22-07-2026, 00:54 WIB
John Herdman Jadi Pelatih ke-11 Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Rabu / 22-07-2026, 00:54 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS pada Sesi Sore
Rabu / 22-07-2026, 00:54 WIB







