Kawasan heritage Between Two Gates (BTG) di Kotagede, Kota Jogja, ditutup sementara selama dua hari oleh warga setempat.

Penutupan ini dipicu oleh kedatangan rombongan wisatawan asing yang tidak tertib.

>>> Investor Asing Jual Bersih Saham BCA Rp 734 Miliar

Aksi penutupan dilakukan sejak Minggu (31/5) pagi setelah dua bus rombongan wisatawan mancanegara tiba secara mendadak pada pukul 07.00 WIB.

Kunjungan tanpa pemberitahuan dalam jumlah besar tersebut dianggap mengganggu ketenangan area privat warga.

Pengelola BTG, Joko Nugroho, mengonfirmasi bahwa penutupan terpaksa dilakukan karena situasi di lapangan menjadi sangat ramai dan berisik.

Kejadian tersebut menjadi puncak akumulasi keluhan warga terhadap perilaku wisatawan mandiri yang kerap mengabaikan aturan kesopanan.

"Itu ada serombongan wisatawan manca ya, katanya dari Asia itu, dua bus.

Karena pagi sekali kemudian juga mereka ini banyak ya jadi ramai banget dan berisik," jelas Joko saat dihubungi, Rabu (3/6).

Petugas dan warga setempat segera mengambil tindakan untuk menghentikan rombongan yang terus berdatangan.

Area yang terletak 350 meter di sisi selatan Pasar Kotagede ini pada dasarnya merupakan akses halaman rumah warga, bukan ruang publik terbuka.

"Akhirnya oleh salah satu warga kemudian ditanya kenapa kok nggak ada pemberitahuan?

Kemudian karena terlalu banyak yang berkunjung akhirnya kita setop, karena di belakang kan masih banyak juga yang mau masuk, daripada nanti mengganggu," sambungnya.

Kawasan Privat yang Viral

Kawasan Between Two Gates merupakan lorong yang terbentuk dari jajaran halaman rumah tradisional Jawa yang saling terhubung.

Meskipun kesepakatan untuk membuka area ini sebagai jalan bantuan sudah ada sejak generasi terdahulu, status tanahnya tetap merupakan properti privat sembilan keluarga.