Kita beritahu bahwa ini itu bukan area publik, private dan sebagainya. Tapi rata-rata mereka itu literasinya nuwun sewu memang rendah," terangnya.

Rembukan Warga Cari Solusi

Saat ini, kawasan gerbang warisan budaya tersebut sudah kembali dibuka untuk umum secara terbatas.

Sembilan keluarga yang mendiami area lorong tersebut dijadwalkan menggelar pertemuan untuk merumuskan regulasi baru dan solusi teknis di pintu masuk agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Kita baru cari formula, besok itu kita akan mau ada pertemuan, sebaiknya gimana dan solusinya gimana, misalnya di pintu utama itu kasih apa atau bagaimana," ungkap Joko.

Rembukan antarwarga menjadi poin krusial mengingat setiap kebijakan yang akan diterapkan harus disepakati bersama oleh seluruh pemilik rumah di koridor tersebut.

"Nah, itu yang baru kita akan ini, karena kita memang harus sepakat dulu ini.

>>> Promo Indomaret Weekend 4-7 Juni 2026: Diskon Minyak Goreng, Kecap, dan Mi Instan

Di satu deret ini kan ada sembilan rumah, sembilan keluarga yang kita harus sepakat dulu bahwa nanti seperti apa," pungkasnya.