OJK Dorong Pengendalian Overtreatment untuk Cegah Kenaikan Premi Asuransi Kesehatan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pengendalian praktik overtreatment atau tindakan medis berlebihan untuk menahan inflasi medis dan mencegah kenaikan premi asuransi kesehatan.
Langkah tersebut ditempuh melalui penerapan Peraturan OJK (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Produk Asuransi Kesehatan serta kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan pelaku industri.
>>> 4 Cara Atasi Aliran Air Kecil Setelah Pasang Filter Air, Kembali Deras dan Jernih
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan kenaikan biaya layanan kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya oleh regulator atau perusahaan asuransi.
Inflasi medis dipengaruhi biaya obat, bahan baku farmasi yang masih bergantung pada impor, serta pergerakan nilai tukar rupiah.
“Inflasi medis kan banyak stakeholder yang terkait, produsen obat, farmasi, bahan baku yang masih 80%-90% masih impor, nilai tukar dan sebagainya yang sekarang terdepresiasi.
Saya rasa ini menjadi tantangan bagi ekosistem asuransi mengenai inflasi medis ini,” ujar Ogi usai acara Investortrust Power Talk di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Ogi mengatakan kenaikan harga obat akan langsung meningkatkan nilai klaim yang dibayarkan perusahaan asuransi.
Jika rasio klaim melampaui penerimaan premi, perusahaan asuransi berpotensi merespons dengan menaikkan tarif premi.
“Dengan kenaikan obat berarti kan klaimnya itu akan meningkat.
Dan kalau meningkat itu melampaui klaim rasio lebih tinggi dari preminya, maka tentunya perusahaan asuransi akan meresponnya dengan peningkatan premi,” kata Ogi.
Untuk menekan tekanan biaya tersebut, OJK mengandalkan implementasi POJK Nomor 36 Tahun 2025 dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1117 Tahun 2025.
>>> Rooney Soroti Kemenangan Dramatis Inggris atas Meksiko di Piala Dunia 2026
Update Terbaru
Jabar Raih Anugerah Adinata Syariah untuk Rencana Aksi Daerah Terbaik
Senin / 06-07-2026, 21:03 WIB
Nintendo Kantongi $14 Miliar, Sony dan Xbox Hadapi Tekanan Industri
Senin / 06-07-2026, 21:03 WIB
Voting Final Kontes Skin The First Descendant 2026 Dibuka, Nexon Umumkan Aturan
Senin / 06-07-2026, 21:01 WIB
Zenless Zone Zero Hadirkan Dua Event Baru dengan Hadiah Polychrome dan Boopon Gratis
Senin / 06-07-2026, 21:01 WIB
Pengembang Super Mario Bros. Wonder Ungkap Rahasia Suara Inchworm Pipe
Senin / 06-07-2026, 21:00 WIB
Samsung Mulai Uji One UI 9.0 untuk Galaxy S25 FE
Senin / 06-07-2026, 21:00 WIB
Apa yang Terjadi Jika Bumi Tiba-tiba Berhenti Berputar?
Senin / 06-07-2026, 21:00 WIB
Minions and Monsters Kuasai Box Office meski di Bawah Target
Senin / 06-07-2026, 21:00 WIB
Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Kuliner Nusantara Kini Jadi 'Raja' di Negeri Sendiri
Senin / 06-07-2026, 21:00 WIB
Lalamove Latih 50 Driver Jabodetabek Lewat Workshop Komunikasi Sapa Santun
Senin / 06-07-2026, 20:58 WIB
Mencukur atau Mencabut Bulu Ketiak: Mana yang Lebih Aman?
Senin / 06-07-2026, 20:58 WIB
Ronaldo Masih Jadi Ancaman Utama, Spanyol Waspada di Laga Panas Portugal vs Spanyol
Senin / 06-07-2026, 20:58 WIB
Senken Perluas Layanan Global dengan Game Digital untuk Lansia
Senin / 06-07-2026, 20:56 WIB
OPEC+ Tambah Pasokan, Harga Minyak Bakal Makin Murah
Senin / 06-07-2026, 20:56 WIB







