Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah merevisi aturan Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk memperkuat peran perbankan dalam mendanai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menanggapi hal itu, Bank Bengkulu menyatakan kesiapan menyelaraskan strategi bisnis mereka. Fokus utama adalah mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui sinergi dengan program pemerintah.

>>> 4 Tips Cerdas Menabung agar Konsisten dan Anti Gagal Terbaru 2026

Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Plt Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menyesuaikan RBB dengan arah pengelolaan APBD dan kebijakan pusat.

Penyesuaian ini tetap mempertimbangkan manajemen risiko yang ketat, terutama bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Salah satu langkah konkret adalah mengarahkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bank Bengkulu membidik pelaku UMKM yang menjadi pemasok bahan baku untuk dapur umum program tersebut.

Rincian fokus penyaluran kredit Bank Bengkulu meliputi:

  • Penyaluran KUR UMKM: bantuan modal bagi pengusaha kecil dalam rantai pasok MBG.
  • Sektor pemasok sayur: prioritas pembiayaan bagi petani dan pedagang sayur supplier dapur MBG.
  • Ketahanan pangan lokal: mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan agribisnis di Bengkulu.

Melalui skema ini, Bank Bengkulu berharap menciptakan ekosistem ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal. Pemberdayaan UMKM menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan bahan pangan program nasional tersebut.

>>> AAUI Ungkap Dampak Kebijakan Ekspor Satu Pintu bagi Asuransi Umum 2026

Target Pertumbuhan Kredit UMKM

Bank Bengkulu optimistis mencapai target pertumbuhan kredit UMKM sebesar 7 hingga 9 persen. Angka ini sejalan dengan upaya BPD di seluruh Indonesia memperluas akses keuangan bagi masyarakat kecil.

Strategi penyesuaian RBB ini diharapkan memberikan dampak positif bagi stabilitas keuangan bank dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penjelasan lebih mendalam dibahas dalam sesi dialog khusus bersama CNBC Indonesia TV.

Berikut ringkasan poin utama penyesuaian RBB Bank Bengkulu: sektor sasaran KUR adalah UMKM pemasok bahan pangan dan dapur program MBG, target kredit UMKM 7-9%, landasan aturan revisi RBB oleh OJK, dan kesesuaian risiko dengan APBD serta profil risiko BPD.

Data tersebut menunjukkan komitmen Bank Bengkulu memadukan profitabilitas bank dengan misi sosial pemerintah. Pendekatan ini diharapkan memperkuat posisi BPD sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Sebagai bagian dari kelompok BPD, Bank Bengkulu terus berinovasi pada produk pinjamannya.

>>> Dua Eksportir CPO Diusut Terkait Manipulasi Transfer Pricing

Tujuannya agar pelaku usaha mikro tetap bisa bersaing dan naik kelas di tengah tantangan ekonomi global tahun 2026.