• Franc Swiss: +0,01% (menguat)
  • Dolar Kanada: 0,00% (stagnan)
  • Dolar Australia: -0,03% (melemah)
  • Poundsterling: -0,04% (melemah)

Tabel ini menggambarkan bahwa dolar AS masih memiliki kekuatan yang cukup stabil di hadapan mata uang negara-negara Barat.

Kondisi pasar global tetap dinamis merespons berbagai isu geopolitik terbaru.

Analisis dan Prediksi Rupiah Hari Ini

Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa rupiah memiliki peluang besar untuk terus bertahan di zona hijau.

Pelemahan dolar AS secara global menjadi pemicu utama tren penguatan ini.

Sentimen positif datang dari laporan mengenai kesepakatan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Kabar ini memberikan kepastian hukum dan keamanan yang meredakan kekhawatiran pelaku pasar.

Selain faktor geopolitik, rilis data ekonomi dari Amerika Serikat juga turut mempengaruhi posisi rupiah. Angka inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) AS ternyata lebih rendah dibandingkan ekspektasi para analis.

Data inflasi yang melandai tersebut memberikan tekanan pada indeks dolar AS, sehingga memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak naik.

>>> Berdayakan Kakao Lampung, Zdrink Sukses Kembangkan Bisnis Berkat LinkUMKM BRI

Lukman memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS sepanjang hari ini.