Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.129 per dolar AS pada perdagangan Selasa (14/7) pagi.

Mata uang Garuda melemah 20 poin atau 0,11 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

>>> 3 Pulau di Indonesia yang Dikenal sebagai Pulau Kuburan

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang berada di zona merah terhadap dolar AS.

Yuan China turun 0,05 persen, peso Filipina melemah 0,18 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,24 persen, dan dolar Singapura melemah tipis 0,01 persen.

Sementara itu, sebagian mata uang Asia lainnya justru bergerak menguat terhadap dolar AS.

Won Korea Selatan terapresiasi 0,23 persen, yen Jepang naik 0,01 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.

Adapun mata uang utama negara maju kompak menguat terhadap dolar AS.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 15 - 19 Juli 2026

Euro Eropa naik 0,07 persen, poundsterling Inggris menguat 0,05 persen, dolar Australia terapresiasi 0,03 persen, dolar Kanada naik 0,02 persen, dan franc Swiss menguat 0,05 persen.

Analis: Rupiah Tertekan Geopolitik Timur Tengah

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan kembali tertekan pada perdagangan hari ini.

Hal ini seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia dan penguatan indeks dolar AS.

"Rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap dolar AS di tengah situasi di Timur Tengah yang memanas memicu kenaikan tajam pada harga minyak mentah dunia dan indeks dolar AS.

Namun keputusan S&P mempertahankan rating kredit Indonesia diharapkan bisa sedikit banyak menahan pelemahan yang lebih tajam," ujar Lukman.

>>> Daftar Acara Trans TV Rabu 15 Juli 2026 ada Film Bioskop Casino Royale dan Ip Man: Kung Fu Master, Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar serta Link Streaming

Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada dalam rentang Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS.