Asisten Matthew Perry Divonis 41 Bulan Penjara Terkait Kasus Ketamin
Pengadilan federal California menjatuhkan hukuman 41 bulan penjara kepada Kenneth Iwamasa, asisten pribadi mendiang aktor Matthew Perry, pada Rabu, 27 Mei 2026.
Hukuman ini terkait keterlibatannya dalam skandal pasokan ketamin yang menewaskan bintang serial Friends tersebut.
>>> Keanu Reeves Minta Hakim Ringankan Hukuman Sutradara Carl Rinsch
Denda dan Pengakuan Bersalah
Selain hukuman penjara, Iwamasa diwajibkan membayar denda sebesar $10.000 atau sekitar Rp178 juta.
Ia sebelumnya telah mengaku bersalah atas satu dakwaan konspirasi pengedaran ketamin yang mengakibatkan kematian serta cedera fisik parah pada Agustus 2024.
Penyimpangan Tugas Asisten
Pihak kejaksaan mengungkapkan bahwa Iwamasa, yang dipekerjakan dengan gaji $150.000 per tahun sejak 2022, seharusnya mengoordinasikan perawatan medis Perry.
Namun, ia justru menjadi fasilitator dan pemasok obat-obatan terlarang bagi sang aktor.
>>> Dana Kurban Sapi Presiden Prabowo Jadi Sorotan, Begini Tanggapan MUI
Dokumen pengadilan menunjukkan Iwamasa bersekongkol dengan jaringan pengedar sejak September 2023 hingga kematian Perry pada 28 Oktober 2023.
Jaringan tersebut meliputi dokter Salvador Plasencia dan konselor kecanduan Erik Fleming yang menyuplai puluhan vial ketamin dengan harga di atas pasaran.
Suntikan Fatal dan Penghilangan Barang Bukti
Menjelang kematian Perry, Iwamasa tetap menyuntikkan ketamin meskipun berulang kali melihat reaksi fatal seperti tubuh kaku hingga tidak sadarkan diri.
Pada hari kematian, ia menyuntikkan sedikitnya tiga dosis ketamin sebelum merekayasa keterangan kepada polisi dan membuang botol obat serta jarum suntik.
>>> Ayu Ting Ting Ungkap Reaksi Bilqis soal Kedekatannya dengan Kevin Gusnadi
Hukuman bagi Terdakwa Lain
Kasus ini juga menyeret pelaku lain: Jasveen Sangha divonis 15 tahun penjara, Salvador Plasencia 2,5 tahun, Erik Fleming dua tahun, dan Mark Chavez delapan bulan tahanan rumah.
Update Terbaru
Isu Malvinas Warnai Semifinal Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina
Selasa / 14-07-2026, 12:33 WIB
IRGC Luncurkan Rudal dan Drone ke Gudang Senjata AS di Bahrain
Selasa / 14-07-2026, 12:33 WIB
Mahasiswa IT Pembuat Aplikasi Pemprov Sumbar Hilang Misterius Sejak November 2025
Selasa / 14-07-2026, 12:33 WIB
12 Perawat di New York Di-PHK Setelah Rumah Sakit Gunakan AI
Selasa / 14-07-2026, 12:28 WIB
Jule Viral Kembali Sentil Netizen: Kalau Nggak Ada Gue, Nggak FYP! dengan Gaya Blak-blakan yang Bikin Heboh
Selasa / 14-07-2026, 12:28 WIB
Ricuh BYD Salah Kirim, Konsumen Pesan Model 2026 yang Datang 2025
Selasa / 14-07-2026, 12:28 WIB
VARgentina Ramai Usai Argentina Dituduh Dibantu Wasit di Piala Dunia 2026
Selasa / 14-07-2026, 12:28 WIB
Purbaya: Pemerintah Tak Tutup Mata soal Realita MBG di Lapangan
Selasa / 14-07-2026, 12:28 WIB
Xiaomi 17T Pro Resmi Meluncur, Andalkan Kamera Leica dan AI Imaging
Selasa / 14-07-2026, 12:28 WIB
Investor Indonesia Kini Bisa Akses Saham Nvidia, SpaceX, hingga Tesla Lewat Blockchain
Selasa / 14-07-2026, 12:28 WIB
Samsung Perbarui Mesin Cuci dan Pengering Bespoke AI dengan Kemampuan Deteksi Kain Lebih Luas
Selasa / 14-07-2026, 12:28 WIB
Profil Yudha WK Putra: Dari Ketua Relawan Bocahe Gibran Nusantara Melompat ke Kursi Komisaris Jasamarga Tollroad Operator
Selasa / 14-07-2026, 12:24 WIB
Mitchell Baker Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Timnas di Piala AFF
Selasa / 14-07-2026, 12:23 WIB







