Proses pemulihan setelah pengobatan kanker seperti kemoterapi, operasi, atau radiasi sering kali berat bagi penyintas.

Banyak yang masih mengalami gangguan tidur, kecemasan, kelelahan kronis, dan stres emosional meski telah dinyatakan sembuh.

>>> Gaya Rambut Ikal Belmont Cameli di Serial Off Campus Curi Perhatian

Selama ini dokter biasanya mengatasi keluhan tersebut secara terpisah dengan obat-obatan.

Namun, penelitian terbaru dalam pertemuan American Society of Clinical Oncology menemukan bahwa latihan yoga lembut mampu memperbaiki berbagai gejala itu sekaligus.

Hasil Uji Klinis pada 410 Penyintas

Uji klinis melibatkan 410 penyintas kanker dewasa di Amerika Serikat yang sebelumnya tidak aktif berlatih yoga.

Satu kelompok hanya menjalani perawatan medis lanjutan, sementara kelompok lain mengikuti sesi yoga selama empat minggu dengan total 180 menit per minggu.

Hasil studi yang diterbitkan dalam Journal of Integrative and Complementary Medicine menunjukkan perbaikan signifikan pada empat area utama: suasana hati, kecemasan, kelelahan, dan insomnia.

"Ini adalah empat keuntungan dalam satu langkah, dan ini bisa memberikan keajaiban bagi gejala-gejala tersebut," ujar Karen Mustian, PhD, profesor bedah dan wakil direktur Ilmu Populasi di Wilmot Cancer Institute.

"Setelah satu bulan yoga restoratif, seseorang dapat melihat peningkatan yang besar."

>>> Dokter RSCM: Varikokel Pemicu Utama Gangguan Kesuburan Pria

Jenis yoga yang digunakan adalah Hatha dan yoga restoratif, yang berfokus pada gerakan lambat, peregangan, latihan pernapasan, dan kesadaran penuh.

"Sinergi antara gerakan pikiran dan tubuhlah yang membawa efek positif," jelas Mustian.

Solusi Tanpa Efek Samping Obat

Keunggulan utama terapi yoga adalah tanpa intervensi obat kimia baru. Banyak penyintas kanker sudah mengonsumsi berbagai obat untuk nyeri, terapi hormon, atau kesehatan jantung.

Menambahkan obat tidur atau penenang berisiko memicu efek samping atau interaksi obat berbahaya.

Yuri Choi, PhD, asisten profesor riset yang memimpin analisis studi, menyarankan pasien berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba yoga restoratif atau Hatha.

"Kami membantu mengisi kekosongan terapi perilaku untuk gangguan suasana hati, kecemasan, kelelahan, dan insomnia," kata Choi.

>>> Perang AS-Israel di Iran Berubah Jadi Kecemasan Strategis Netanyahu

Temuan ini menunjukkan pendekatan pemulihan kanker mulai bergeser ke terapi suportif seperti yoga yang terbukti ilmiah membantu penyintas mendapatkan kembali kekuatan, tidur lebih nyenyak, dan merasa lebih mengendalikan hidup selama pemulihan.