Dokter RSCM: Varikokel Pemicu Utama Gangguan Kesuburan Pria

Faktor kesuburan pria memiliki peran yang sama pentingnya dengan perempuan dalam keberhasilan pembuahan. Salah satu pemicu utama gangguan kesuburan pada laki-laki adalah varikokel.
Prof. Dr. dr. Silvia Werdhy Lestari, Sp. And, M.
>>> Perang AS-Israel di Iran Berubah Jadi Kecemasan Strategis Netanyahu
Biomed, dokter spesialis andrologi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), menjelaskan bahwa varikokel merupakan faktor terbesar pertama dalam gangguan kesuburan pria.
Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena pada skrotum atau kantung zakar.
“Ada gangguan yang mungkin sifatnya post-testicular, biasanya terkait transportasi sperma, misalnya ada varikokel di situ.
Ini menjadi faktor pria yang paling besar pertama, tapi bukan berarti jika ada varikokel maka spermanya otomatis jelek,” ujar Prof. Silvia di Klinik Yasmin RSCM, Jakarta.
Secara medis, varikokel dipicu oleh kerusakan atau tidak berfungsinya katup satu arah di dalam pembuluh darah vena.
Akibatnya, darah mengalir balik dan menumpuk di area skrotum, menyebabkan pembengkakan dan peningkatan suhu di sekitar testis.
Faktor Risiko dan Kebiasaan Sehari-hari
Kebiasaan sehari-hari yang kurang disadari juga dapat memicu atau memperburuk varikokel. Aktivitas yang meningkatkan suhu area kantung zakar memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas sperma.
>>> Menkeu Purbaya Kurban Sapi 868 Kg dari Dana Pribadi, Batal Haji Jadi Alasan
Beberapa faktor pemicu meliputi kebiasaan mengangkat beban berat secara berlebihan, sering berendam air panas, penggunaan celana terlalu ketat, merokok, dan pola makan tidak sehat.
Penanganan dan Deteksi Dini
Penanganan varikokel harus disesuaikan secara individual per kasus.
Tindakan operasi dapat menjadi opsi terapi apabila muncul keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman, namun tidak wajib dilakukan jika kualitas sperma masih terjaga.
“Yang lebih kita khawatirkan adalah bagaimana kualitas spermanya dulu untuk fertilitas. Jika ada varikokel grade 3 namun jumlah sperma masih banyak dan kualitas DNA-nya bagus, maka tidak masalah.
Kita harus melihatnya secara individual,” jelasnya.
Laki-laki disarankan memperbaiki asupan nutrisi melalui konsumsi protein yang diolah secara sehat, aktif berolahraga, serta mengonsumsi vitamin pendukung sesuai anjuran medis untuk mendongkrak kualitas reproduksi.
Pemeriksaan kualitas sperma sangat dianjurkan bagi pria sebelum menikah atau saat merencanakan program bayi tabung.
>>> Persib Bandung Terancam Kehilangan Federico Barba yang Dilirik Klub Yunani
Penanganan masalah kesuburan ini menjadi langkah krusial karena telah menyelesaikan separuh dari faktor penyebab infertilitas pasangan.
Update Terbaru
PT Sinar Terang Mandiri Tbk: Aturan Ekspor SDA Belum Berdampak
Jumat / 29-05-2026, 01:23 WIB
Garudayaksa FC Bidik Pratama Arhan dan Witan Sulaeman
Jumat / 29-05-2026, 01:23 WIB
Masa Depan Enzo Fernandez di Chelsea Kini Tak Pasti
Jumat / 29-05-2026, 01:23 WIB
Kemenag: Tempat Kekerasan Seksual di Pekalongan Bukan Pesantren
Jumat / 29-05-2026, 01:23 WIB
Menag Tanggapi Polemik Anggaran APBN untuk Kurban Presiden Prabowo
Jumat / 29-05-2026, 01:23 WIB
Timwas DPR Minta Tambahan Tenaga Medis dan Alat Kesehatan untuk Haji
Jumat / 29-05-2026, 01:23 WIB
Pemerintah Rancang Pagu Transfer ke Daerah 2027 Capai Rp810 Triliun
Jumat / 29-05-2026, 01:19 WIB
Siklon Tropis Tingkatkan Risiko Penularan Hantavirus dan Diabetes
Jumat / 29-05-2026, 01:19 WIB
Dokter: Makan Daging Bukan Penyebab Langsung GERD
Jumat / 29-05-2026, 01:19 WIB
Gedung Putih Disulap Jadi Arena UFC untuk Freedom Fights 250
Jumat / 29-05-2026, 01:19 WIB
Hafizh Rizkianur Catat Clean Sheet pada Debut Bersama Persija Jakarta
Jumat / 29-05-2026, 01:18 WIB
5 Fakta Keluarga Lim Ji Yeon, Ternyata Anak Tengah dari Tiga Bersaudara
Jumat / 29-05-2026, 01:18 WIB
HSBC China Siapkan Kredit USD 4 Miliar untuk Energi Bersih Indonesia
Jumat / 29-05-2026, 01:18 WIB
Discovery Kartika Plaza Hotel Salurkan Hewan Kurban di Bali dan Lombok
Jumat / 29-05-2026, 01:18 WIB






