Kenaikan Biaya Lepas WNI Picu Polemik, Menkum: Negara Tak Cari Untung
Kenaikan tarif layanan kewarganegaraan yang diatur pemerintah memicu perdebatan publik, terutama setelah biaya permohonan kehilangan status Warga Negara Indonesia (WNI) melonjak dari Rp1 juta menjadi Rp5 juta.
Menanggapi polemik tersebut, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan kebijakan itu bukan bertujuan mencari keuntungan bagi negara.
>>> CBUAE Governor and Indonesian Ambassador Discuss Cross-Border Payment Cooperation
"Negara tentu tidak mencari untung. Sama sekali bukan itu tujuannya.
Intinya sekali lagi ini menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian Hukum," kata Supratman di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta, belum lama ini.
Ia menjelaskan, penyesuaian tarif dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Politikus Partai Gerindra itu juga menegaskan bahwa pemerintah siap mengevaluasi kebijakan tersebut jika memang dinilai perlu.
"Kami akan mengkaji kembali untuk melakukan review kembali akan kita bahas secara internal. Menyangkut soal kenaikan-kenaikan yang tadi," lanjutnya.
Lebih Banyak WNA Ingin Jadi WNI
Terlepas dari itu, ia mengungkapkan jumlah warga negara asing (WNA) yang ingin menjadi WNI sebenarnya lebih banyak daripada yang ingin melepas.
Meski demikian, pemerintah tetap menerapkan proses seleksi secara ketat sebelum memberikan persetujuan. "Yang mau ingin menjadi warga negara itu jauh lebih banyak.
Kalau tidak ada masalah, langsung kita setuju," ucap Supratman.
Ia pun mengingatkan bahwa proses memperoleh status sebagai Warga Negara Indonesia tidak dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, setiap permohonan naturalisasi harus melalui tahapan verifikasi yang ketat.
"Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Hukum, betul-betul melakukan verifikasi terhadap setiap orang yang mengajukan permohonan menjadi warga negara Indonesia melalui naturalisasi murni," ujarnya.
Update Terbaru
Antisipasi Kemarau 2026, Kementan Siapkan 56 Ribu Pompa Air untuk Lahan Sawah
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Pesawat Piper PA-23 Apache Mangkrak di Spanyol Dilelang Mulai Rp170 Ribu
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Topan Noul Terjang China Selatan, 340 Ribu Warga Mengungsi
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Dampak Kemacetan dan Suhu Tinggi pada Frekuensi Penggantian Oli Mesin
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Raksasa Teknologi AS Desak Parlemen Jangan Buru-buru Batasi Model AI Terbuka
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Messi Jadi Penonton Spesial di Laga Klub Keluarga, Tim Kesayangan Kalah
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Pakar Gizi Ungkap Waktu Makan Siang Ideal untuk Jaga Metabolisme dan Energi
Minggu / 26-07-2026, 20:17 WIB
Langkah Keamanan Iran Tingkatkan Risiko Hukum bagi Migran Afghanistan
Minggu / 26-07-2026, 20:14 WIB
Rekomendasi Perlengkapan Spa di Rumah untuk Self-Care Sunday
Minggu / 26-07-2026, 20:14 WIB
Real Madrid Buka Peluang Jual Tchouameni ke Manchester United
Minggu / 26-07-2026, 20:14 WIB
Kubu Sarwendah Peringatkan Dampak Polemik Hak Asuh pada Anak
Minggu / 26-07-2026, 20:14 WIB
Permintaan Maaf Jaksa Agung atas Kasus Febrie: Momentum Pembenahan Internal
Minggu / 26-07-2026, 20:08 WIB
Kuasa Hukum Ruben Onsu Bantah Klaim Sarwendah Soal Harta Gono-gini Bermasalah
Minggu / 26-07-2026, 20:08 WIB
Evakuasi Massal di Prancis Akibat Kebakaran Hutan Mendekati Bordeaux
Minggu / 26-07-2026, 20:00 WIB







