Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalam suratnya, Denny menyampaikan kekhawatiran tentang sensor informasi yang bisa membuat presiden mengambil keputusan keliru.

>>> Terminal Arun Bawa Indonesia Jadi Pasar Re-Ekspor LNG Terbesar Dunia

"Selamat pagi Bapak Presiden Prabowo. Semoga sehat selalu.

Lama juga kita tidak berjumpa. Izinkan saya mengirimkan surat ini melalui ruang publik.

Saya tidak kirim langsung secara pribadi, karena khawatir tidak akan sampai," tulis Denny.

Ia mengaku pesimis suratnya akan sampai karena yakin salah satu masalah menjadi presiden adalah tidak semua informasi bisa sampai apa adanya.

Denny mencontohkan data pertumbuhan ekonomi dan angka penting lainnya dari BPS. Ia meminta Prabowo mengecek data sebenarnya.

"Lebih baik Bapak tahu angka sebenarnya, meskipun pahit, daripada disodori data yang salah, apalagi diolah.

Kalau statistik yang ilmu pasti saja angkanya dikorupsi, maka yakinlah Republik akan menuju arah kebijakan yang keliru," tambahnya.

>>> Arogansi Roy Suryo Diramal Lenyap, Ini Alasannya

Denny juga menyindir bahwa orang di sekitar Prabowo tidak berani menyampaikan data dan fakta sebenarnya.

"Membacanya jangan sambil marah lho Pak.

Karena saya duga, itulah juga yang menyebabkan orang di sekeliling Bapak tidak berani menyampaikan data dan fakta yang sebenarnya," sindirnya.

Ia pun mengungkap pengalaman pribadi dimarahi Prabowo saat masih di Apartemen Dharmawangsa.

"Ingat, saya pernah dimarahin Bapak, di apartemen Dharmawangsa. Waduh ngeri Pak!

Dimarahin mantan Danjen Kopassus. Apalagi, sekarang sudah jadi Presiden.

>>> Eks Wamenkumham Kritik Posisi Duduk Gibran, Setuju Jika Dipecat dari Wapres

Pasti lebih ngeri lagi," tambahnya.